MAKNA FUTURISME DALAM MOTION FOTOGRAFI ERA 2000 -2005 DI BANDUNG

Artikel oleh Yosa Fiandra, ISBI Bandung

Kata kunci: pengkajian seni, motion, estetika, fotografi, futuristik

Sumber pengambilan dokumen: PASCASARJANA 2018 FIA

Relasi:

Dibuat: 31 Oktober 2018

Abstraksi

Motion Photography merupakan salah satu contoh bentuk apresiasi karya
seni futuristik yang muncul dari interaksi dan komunikasi antar budaya yang
berbeda didasarkan pada imajinasi dan pemahaman seseorang tentang masa
depan yaitu dengan mengeksplorasi gerak manusia atau objek, untuk dapat
menemukan keseimbangan antara fotografi sebagai seni dan fotografi sebagai
sains.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat memahami makna
futurism dalam karya motion fotografi dari sudut pandang penikmat fotografi
sehingga para penikmat karya fotografi dapat memahami makna yang
disampaikan dari karya tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif
yang berpijak pada teori estetika fotografi, serta teori semiologi. Metode
kualitatif dianggap cocok dengan objek dalam penelitian ini, yang masuk
kedalam lingkup ilmu senirupa, bertujuan untuk mencari pemahaman atas
makna visual fase aktualisasi artistic masyarakat futuristic baik secaras obyek
yang memotret maupun subyek yang melihat, sedangkan untuk mengkaji
makna pada foto memakai teori semiologi Roland Barthes.
Penelitian ini berdasarkan kepada perkembangan fotografi yang terjadi
dalam kurun waktu antara tahun 2000 – 2005 di bandung dimana masa itu
terjadi transisi perubahan dari kamera analog ke kamera digital awal tahun
2000 juga merupakan bagian penting dari proses fotografi postmodern, terjadi
perubahan gaya dalam memaknai suatu karya fotografi. Pengakajian makna
futurism disini berdasarkan kepada kaitan antara orang yang melihatfoto,
dalam konteks ini yaitu masyarakat urban. Konsep Motion Fotografi ini
merupakan suatu bentuk karya seni fotografi baru, tapi buatan lama.


Motion Photography is one example of a form of appreciation
offuturistic artwork that arises from interaction and communication between
different cultures based on the imagination and one"s understanding of the future
that is by exploring the motion of a human or object, to be able to find a balance
between photography as art and photography as a science .
The purpose of this study is to be able to understand the meaning of
futurism in photography motion from the point of view of photography lovers so
that the audience of photography can understand the meaning conveyed from the
work.
The method used in this research, that is qualitative method based on
aesthetic theory of photography, as well as semiology theory. Qualitative method
is considered suitable with the object in this study, which entered into the scope of
art science, aims to find an understanding of the visual meaning of the phases of
actualization artistic futuristic society both subjects that take pictures and subjects
to see, while to study the meaning of the photo using the theory of semiology
Roland Barthes.
This study is based on the development of photography that occurred in
the period between 2000 - 2005 in Bandung where the transition period of change
from analog cameras to digital cameras in 2000 is also an important part of the
process of postmodern photography, there is a change of style in interpreting a work
of photography. The meaning of futurism is based on the relation between the person
who saw the photo, in this context the urban community. Motion Photography
concept is a form of new photography artwork, but made in the old.

Hak Cipta

Copyright 2018 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

1 Dokumen format pdf

Kontributor

#