LARA

Artikel oleh Nur Fitri Yani Padjriah, ISBI Bandung

Kata kunci: penyajian, tari, perempuan, penderitaan, kekuatan, gender

Sumber pengambilan dokumen: PASCA 2018 PAD

Relasi:

Dibuat: 25 Januari 2019

Abstraksi

Sebuah karya yang terinspirasi dari peristiwa kehidupan seorang bintang
panggung/Sinden di tahun 2003 yang berasal dari Pagaden, Subang Jawa Barat.
Karya yang mengangkat tentang kekuatan dan semangat di balik penderitaan
perempuan, yang berusaha bertahan dari kabut kehidupan. Tindakan eksploitasi
dan intimidasi terhadap para perempuan memicu adanya tindakan protes yang
berbentuk emansipasi dengan tidak ke luar dari aturan dan norma yang dianutnya.
Peristiwa yang tersembunyi di balik senyuman seorang Sinden di atas dan di luar
panggung ini, kemudian dimanifestasikan kedalam sebuah gerak. Berbekal
kearifan lokal budaya yang dikemas secara global, digambarkan melalui kostum
juga gerak tradisi Jawa Barat dan universal.
Karya tari yang diciptakan menggunakan metode proses kreasi Herman
Von Helmholtz, bahwa metode proses kreasi memiliki tahapan saturation,
incubation dan illumination. Dalam penciptaan karya tari ini menggandeng teori
koreografi dari Humfrey. Karya ini bertujuan memberi inspirasi dan stimulus
kepada pada para seniman untuk terus berkarya dengan berbekal kepedulian
terhadap lingkungan dan sesama. Menyadarkan kepada para perempuan untuk
lebih bersikap hati-hati dan tetap menjadi sosok yang kuat meski secara fitrah
mereka adalah mahluk yang lembut.
Karya tari yang dihadirkan ini merupakan representasi dari kasus seorang
Sinden, yang mengalami tindakan diskriminasi bahkan intimidasi dari kaum lakilaki
dalam bentuk kekerasan baik fisik ataupun mental dalam rumah tangga.
Dalam penderitaan yang dialaminya, ternyata seorang perempuan memiliki
kekuatan yang sangat besar untuk bangkit dan bertahan dalam kehidupan. Hal
tersebut menjadi satu pembelajaran bagi para perempuan untuk percaya dengan
kemampuan yang dimilikinya, dan meyakinkan diri bahwa perempuan bukan
mahluk yang lemah.


A work inspired by the life of a stage star/Sinden in 2003 from Pagaden,
Subang West Java. The work raised the strength and enthusiasm behind the
suffering of women, who tried to survive the haze of life. The acts of exploitation
and intimidation against women trigger an act of protest in the form of
emancipation by not coming out of the rules and norms it adheres to. The events
hidden the smile of a Sinden above and beyond this stage, then manifested into a
motion. Armed with local cultural wisdom that is packaged globally, it is
portrayed through costumes as well as the movement of West Java and universal
traditions.
Dance work created using Herman Von Helmholtz’s creation process
method has the stage of situration, incubation, and illumination. In the creation of
this dance work uses the choreography theory of Humfrey. This work aims to
provide inspiration and stimulus to the artists to continue working with the care of
the environment and fellow human beings. Awakening to women to be more
cautious and remain a strong person even trough naturally they are gentle beings.
The dance presented was a representation of the case of a Sinden, who
experienced acts of discrimination and even intimidation from men in the form of
violence both physically and mentally in the household. In the suffering her
experienced, it turned out that a woman had enormous power to rise and survive
in life. It is a lesson for women to believe in their abilities, and to convince
themselves that women are not weak creatures.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

1 Dokumen format pdf

Kontributor

#