ATMANJIVA

Artikel oleh Sugeng Iman Hartanto, ISBI Bandung

Kata kunci: penciptaan, anima, animus, ritual

Sumber pengambilan dokumen: PASCA 2018 HAR

Relasi:

Dibuat: 28 Januari 2019

Abstraksi

haman, Calabai, dan Mangku merupakan tokoh atau pemimpin pada sebuah ritual. Dalam ritual melukat pemimpin upacara disebut mangku; Pada ritual Sere Bissu disebut calabai; dan Pada ritual ngalokat disebut shaman. Ritual-ritual tersebut dilakukan oleh masyarakat sebagai media komunikasi dengan leluhur. Dalam sebuah ritual terdapat simbol-simbol seperti sesaji yang digunakan sebagai perangkat upacara. Pemimpin dalam sebuah ritual tidak dibedakan dari sisi gender. Pelakunya memiliki pandagan yang netral tentang maskulinitas dan feminimisme. Sebagai seorang pemimpin upacara harus mampu mengendalikan hasrat laki-laki atau pun hasrat perempuan. dirinya harus dibentuk menjadi orang yang dianggap suci, bukan manusia pada umumnya.
Untuk memandang manusia netral sebagai karaktek yang dualistik maka digunakan konsep yang diutarakan oleh Carl Gustav Jung, Anima dan Animus. Konsep ini menjelaskan tentang karakter manusia baik bentuk seksual maupun kejiwaan. Teori Jung merupakan interpretasi terhadap perubahan karakter yang terdapat dalam satu wujud manusia yang mewakili dua karakter gender sekaigus. Wujud manusia secara batin dengan pola pikir dualistik merujuk pada Atman sebagai roh dan Jiva sebagai jiwa yang dapat membentuk manusia menjadi bernyawa dan hidup. Karya Atmanjiva ini lebih terfokus pada pengungkapan gerak sebagai alat komunikasi dalam menyampaikan sebuah pesan yang simbolis. Melalui konsep proses kreatif Wallace, karya ini diwujudkan sebagai bentuk karya yang kontekstual.


Shaman, Calabai, and Mangku are leaders or leaders in a ritual. In the ritual of painting the leader of the ceremony is called my mangku; At the Sere Bissu ritual it is called calabai; and the ritual of ngalokat is called shaman. These rituals are carried out by the community as a medium of communication with ancestors. In a ritual there are symbols such as offerings which are used as ceremonial instruments. Leaders in a ritual are not distinguished by gender. The culprit has a neutral view of masculinity and feminimism. As a leader the ceremony must be able to control men"s desires or women"s desires. he must be formed into a person who is considered holy, not human in general.
To view human neutrality as a dualistic character, the concept used by Carl Gustav Jung, Anima and Animus is used. This concept explains the human character both sexually and psychologically. Jung"s theory is an interpretation of changes in character found in one human form that represents two gender characters at once. The human form inwardly with a dualistic mindset refers to the Atman as a spirit and Jiva as a soul that can form humans to be animate and alive. Atmanjiva"s work is more focused on the disclosure of motion as a communication tool in conveying a symbolic message. Through Wallace"s creative process concept, this work is manifested as a form of contextual work.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

1 Dokumen format pdf

Kontributor

#