REANG

Artikel oleh Sofyan Triyana, ISBI Bandung

Kata kunci: penciptaan, amardawa lagu, rebab sunda, demitosisasi

Sumber pengambilan dokumen: PASCA 2018 TRI

Relasi:

Dibuat: 28 Januari 2019

Abstraksi

Rebab merupakan salah satu waditra amardawa lagu dengan fungsi sebagai pembawa melodi. Secara konvensional, rebab memiliki tafsir garap bersifat individualis sehingga garap musikal antara tiap pengrebab berbeda-beda. Melihat adanya perbedaan tersebut menjadikam rebab sebagai waditra yang memiliki kekayaan fenomena bunyi. Karya ini mencoba untuk menemukan segala kemungkinan bunyi pada rebab yang tidak terdapat pada garap rebab secara konvensional. Karya ini merupakan proses menemukan alternatif esensi musikal dari rebab yang tidak ditemukan dalam kebiasaan tradisi. Dengan melalui tahap penciptaan yang terdiri atas persiapan, inkubasi, iluminasi, trial and error, dan verifikasi, akhirnya ditemukan esensi bunyi ketika rebab dimainkan secara kolosal, juga perlakuan lain terhadap rebab yang tidak konvensional. Dari hal tersebut kemudian ditemukan konsep bahwa, permainan rebab secara ensembel bukan hanya dapat dilakukan dalam bentuk rampak saja, tetapi secara musikal dapat dikembangkan dengan mengolah pembagian ambitus, fungsi waditra, serta pengolahan ruang dan waktu.


Rebab is one of the amardawa lagu instruments with functions as
melody carrier. Conventionally, rebab has an interpretation that is based on
individualist so that working on musicals between each musicians are
different. Based on the existence of these differences, it makes rebab as an
instrument that has variety of sound phenomena. This work tries to find out the
possibility of a sound on rebab that is not found on conventional rebab. This
work is the process of finding alternative musical essence from rebab which is
not found in traditional customs. Through the stages creation which consists
of preparation, incubation, illumination, trial and error, and verification,
finally the essence of rebab sound was found when rebab is played colossally
also from other treatments for unconventional rebab, From this phenomena
then found the concept that, rebab plays as an ensemble not can only be done
in the form of rampak, but as musical it can also developed by processing the
distribution of ambitus, function of instruments, and processing of time and
space.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

1 Dokumen format pdf

Kontributor

#