TRANSFORMASI BENTUK PERTUNJUKAN KUDA RENGGONG DI KABUPATEN SUMEDANG

Artikel oleh Memed Ruswandi, ISBI Bandung

Kata kunci: pengkajian, transformasi, pertunjukan, kuda renggong, sumedang

Sumber pengambilan dokumen: PASCA 2018 RUS

Relasi:

Dibuat: 29 Januari 2019

Abstraksi

Penelitian ini mengkaji tentang transformasi bentuk pertunjukan kuda renggong di Sumedang. Banyaknya perubahan yang terjadi pada bentuk dan unsur pendukung kuda renggong mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangannya semakin pesat. Hal ini menjadi sebuah ketertarikan bagi penulis untuk mengkaji tentang bentuk pertunjukan kuda renggong. Adapun permasalahannya terdiri atas tiga bagin antara lain: (1). Bagaimana dinamika kehidupan kuda renggong dewasa ini ? (2). Bagaimana transformasi pertunjukan Kuda renggong ditinjau dari struktur pertunjukannya? (3). Bagaimana transformasi bentuk pertunjukan kuda renggong dalam konteks perubahan sosial budaya masyarakatnya? Merujuk pada permasalahan di atas maka teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan teori Levi Strauss dan fenomenologi Alfred Schutz. Metode yang digunakan untuk menjabarkan hasil kajian dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang merupakan salah satu strategi di dalamnya peneliti menyelidiki suatu kelompok kebudayaan di lingkungan alamiah dalam periode waktu yang cukup lama.
Hasil dari kajian penelitian menunjukkan: (1) Faktor penyebab dinamika perkembangan kuda renggong antara lain sosial politik, sosial ekonomi dan sosial budaya, dan faktor yang mempengaruhi terjadinya transformasi yaitu internal, eksternal, akulturasi, modernisasi, dan difusi budaya; (2) Struktur pertunjukan kuda renggong memiliki tiga tahapan yaitu prapertunjukan, menjelang pertunjukan, dan pada saat pertunjukan; (3) Dengan adanya transformasi bentuk gerak tari kuda, musik pengiring, penari, dan kostum maka dalam pertunjukan kuda renggong akan terus berkembang sesuai dengan zamannya.


This study examines the transformation of horse renggong in Sumedang. The number of changes that occur on the form and the supporting element of horse renggong resulted in growth and development more rapidly. This became an interest for writers to study about the shape of horse renggong performances. The problem consists of three parts, among others: (1). How is the life dynamics of today"s horse renggong? (2). How is the transformation of the Kuda renggong performances in terms of the performance structure? (3). How is the transformation of horse renggong horse performances in the context of socio-cultural change of their society? Referring to the problem above, the theory used to answer the problem is by using the theory of Levi Strauss and phenomenology Alfred Schutz. The method used to describe the results of the study using qualitative methods with ethnographic approach which is one strategy in which researchers investigate a cultural group in the natural environment in a period of time long enough.
The result of the research study showed: (1) The factors causing the dynamics of the development of horse renggong, among others, socio-political, socio-economic and socio-cultural, and factors influencing the transformation of internal, external, acculturation, modernization, and cultural diffusion; (2) The renggong horse show structure has three stages: pre-show, ahead of the performance, and at the performance; (3) With the changing shape of horse dance, musical accompaniment, dancers, and costumes, the horse renggong performance will continue to grow.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

1 Dokumen format pdf

Kontributor

#