Perkembangan Ketuk Tilu Buhun Hingga Jaipongan Salah Satu Materi Pelajaran Pada Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung

Artikel oleh Abun Somawijaya, S.Kar., M.Sn, STSI Bandung

Kata kunci: ketuk tilu buhun

Sumber pengambilan dokumen:

Relasi:

Dibuat: 25 Mei 2010

Abstraksi

Perkembangan Ketuk Tilu Buhun Hingga Jaipongan Salah Satu Materi Pelajaran Pada Akademi Seni Tari Indonesia <br />
(ASTI) Bandung<br />
<br />
Maksud penelitian ini mencoba menelusuri perkembangan karawitan di dalam ketuk tilu buhun sebagai cikal bakal lahirnya Jaipongan, juga ingin membuktikan asumsi mengenai fungsi karawitan di dalam ketuktilu maupun jaipongan menjadi faktor dominan dalam kreativitas pembentukan gerak-gerak tariannya.<br />
Disamping itu sebagai dasar mempelajari karawitan di jurusan karawitan dan dasar mempelajari tari rakyat di jurusan tari.<br />
Adapun hasil yang ditemukan, diantaranya: Karawitan yang penyajiannya terbagi dua bagian yaitu sekar (vocal) dan Gending (Instrumental), penyajiannya dewasa ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, yaitu dengan bertambahnya perbendaharaan lagu-lagu maupun motif-motif tabuhan (gending) mandiri atau iringan, Kedudukan karawitan dalam ketuktilu dewasa ini (yang berkembang sekarang menjadi jaipongan) menjadi faktor utama, dll. (1990)<br />


n/a

Hak Cipta

Copyright (c) 2001 by Perpustakaan STSI. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

Kontributor

herry_erawan@stsi-bdg.ac.id