/server/www/perpustakaan/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:705 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name, mpl.place_name, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name order by b.last_update desc limit 10 offset 30" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%CAHYA%" ]
Kesenian Doger yang bersifat kerakyatan dimana pemain dan penari dapat berinteraksi dengan apresiatornya. Keduanya memiliki kesetaraan tanpa ada pembeda sedikit pun, apresiator dapet berinteraksi dengan cara meminta lagu kepada pangrawit (pemain instrument) atau pun menari bersama mengikuti irama waditra (instrument) khususnya kendang. instrumen ini akan menjadi sangat penting karena tempo, ira…
Kegiatan penelitian kekaryaan ini diharapkan akan muncul alternatif baru bagi pengolahan bambu sehingga karakter material bambu terlihat nyata juga desain bambu dengan dul material seperti pengolahan karya dengan penggabungan antara bambu dengan pertunjukan seperti tari. Tahapan kegiatan penelitian diawali dengan survay tempat pertunjukan. Selanjutnya pembuatan maket non skalatif dengan target …
Penelitian ini mengangkat persoalan makna dan nilai-nilai yang terdapat dalam pertunjukan wayang golek purwa sebagai sebuah bentuk tontonan rakyat yang masih memiliki ciri-ciri ketradisiannya. Pertunjukan wayang golek selama ini masih didudukan tidak sekedar seni yang menghibur penontonnya akan tetapi lebih dari itu, pertunjukan wayang golek mampu memberikan makna dan nilai bagi kehidupan berma…
Secara Payung beesarnya, pedalangan Jawa Barat saat ini terdiri dari satu gaya besar, yaitu pedalangan gaya Priangan. Gaya ini terbagi lagi menjadi dua gaya besar pedalangan Bandung, yakni gaya Kaler dan gaya Kidul dengan masing-masing keunggulan dan kelemahannya. Kedua gaya ini kini telah berpengaruh besar terhadap gaya-gaya pedalangan daerah lainnya. Saling pengaruh antara satu dengan yang la…
Gaya pertunjukan Asep sunandar Sunarya merupakan nuansa baru yang muncul di lingkungan Dinasti Sunarya. Hal yang dianggap paling mencirikan sebagai trade marek Asep, adalah kepiawainnya dalam mengolah gerak atau sabetan wayang dan tampilan humor atau banyolan yang sentimental,luwes dan segar. Jadwal frekwensi pentas yang rata-rata perbulannya mencapai 15 panggung, menjadikannya lebih percaya di…
Keyword : ngaruwat Subjek : upacara ngaruwat Nomor Panggil (DDC) : 303 Sumber pengambilan dokumen : laporan penelitian Tradisi Ngaruwat Kesenian Sebagai Medianya (Kontinuitas dan Perubahannya) Kebiasaan upacara ngaruwat di lingkungan kebudayaan Sunda telah berlangsung dari pengaruh zaman awal ke zaman kemudian, terutama pada zaman Hindu, kemudian zaman Islam dan hingga saat ini. Setelah memas…
Keyword : kakawen Subjek : pedalangan Kepala Subjek : wayang Nomor Panggil (DDC) : 791 Tinjauan Kakawen Gaya Ki Dalang R.h. Tjetjep Supriadi R.H. Tjetjep Supriadi salah seorang dalang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup tinggi. Oleh karenanya tidak mengherankan jika kakawen yang dibawakannya sangat bagus, enak di dengar dan banyak masyarakat (pengamat) yang menggandrungi, bahka…
Keyword : pupuh, wawacan ogin amarsakti, arjasari Sumber pengambilan dokumen : B 2013 MUL PenelitianiniberjudulPupuhdalamSeniWawacanOginAmarsakti di DesaLebakwangiKecamatanArjasariKabupaten Bandung.PenelitianinidifokuskanpadaseniWawacanOginAmarsakti, pupuhdalamseniWawacanOginAmarsakti, dantanggapanmasyarakatdesaLebakwangikepadaseniwawacanOginAmarsakti.Seniwawacanmerupakansalahsatukaryasastra y…
Keyword : pedalangan, kaler, kidul Subjek : pedalangan Kepala Subjek : wayang Nomor Panggil (DDC) : 791 Sumber pengambilan dokumen : laporan penelitian Pedalangan Gaya Kaler dan Kidul Serta Pengaruhnya Terhadap Gaya Pedalangan Daerah Lainnya Di Jawa Barat (Suatu Studi Komparatif) Secara Payung beesarnya, pedalangan Jawa Barat saat ini terdiri dari satu gaya besar, yaitu pedalangan gaya Priang…
Keyword : carangan, wayang golek Subjek : wayang golek Kepala Subjek : wayang Nomor Panggil (DDC) : 791 Sumber pengambilan dokumen : laporan penelitian Lakon Carangan (Deskripsi Tentang Bentuk Lakon Wayang Golek) Penulisan ini mengungkap pemahaman serta sikap masyarakat pedalangan Sunda tentang keberadaan lakon carangan dalam pertunjukan wayang golek. Banyak masyarakat yang misinterpretasi t…