/server/www/perpustakaan/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:705 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name, mpl.place_name, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name order by b.last_update desc limit 10 offset 1360" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%AR%" ]
Buku ini berjudul Manusia dan Seni yang merupakan endapan dari kuliah-kuliah Estetika yang sejak th. 1970 diberikan penulis difakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Kata aesthesis berasal dari bahasa Yunani dan berarti penerapan, persepsi, pengalaman, perasaan, pemandangan. Kata ini untuk pertama kali dipakai oleh Baumgarten (1762), seorang filsuf Jerman, untuk menunjukan caba…
Buku desain grafis dari mata turun kehati ingin mengajak pembaca melihat desain grafis dari 3 sudut pandang yang merupakan jati diri desain grafis, yakni: Visual adalah bahan baku desain grafis dalam desain grafis visual dapat tergambar, tercetak diatas bidang atau bergerak dan bersuara pada layar. Komunikasi adalah tujuan utama setiap aktivitas desain grafis. Maksudnya ia harus menghayati isi …
Bahan ajar Kacapi Siter secara global materi praktiknya mencakup tiga gaya yaitu gaya Mang Koko, gaya Cianjuran dan gaya Celempungan. Namun demikian dari ketiga gaya tersebut yang mendominasi materi praktik adalah gaya Mang Koko. Hal ini disebabkan karena selain bahasan difokuskan pada kacapi siter, juga teknik dasar permainan kacapi gaya Mang Koko secara substansial sudah mencakup tiga gaya, t…
Susunan nada-nada pada kecapi tembang ada dua susunan yaitu laras pelog dan laras madenda. Kecapi tembang memiliki kawat atau senar sebanyak 18 buah, dengan nada paling rendah adalah nada 3 atau na. Sedangkan yang membedakan dengan laras madenda adalah perubahan sistem laras dengan meninggikan salah satu nada yaitu nada 3 atau na menjadi nada 3 atau ni. berdasarkan konteks sistem laras madenda…
Karawitan Tari I merupakan salah satu mata kuliah praktik yang mempelajari tentang dasar-dasar karawitan tari sunda. Oleh karena karawitan tari Sunda terdiri atas beraneka ragam jenis, bentuk, dan perangkat, maka media pembelajarannya dipilih salah satu perangkat karawitan tari yang dipandang dapat mewadahi dasar-dasar karawitan tari Sunda secara umum, yaitu perangkat karawitan tari yang mengg…
Degung adalah semacam waditra pukul (instrumen pukul) berbentuk 6 buah goong kecil. Biasanya digantungkan pada sebuah gantungan yang disebut ancak. Nama perangkat waditra ini dijadikan nama perangkat gamelan yang disebut Gamelan degung. Fungsi waditra sendiri diantaranya adalah Bonang atau kolenang adalah waditra berpenclong terbuat dari perunggu, kuningan atau besi. Yang kedua Goong adalah wad…
Degung adalah semacam waditra pukul (instrumen perkusi) berbentuk 6 buah gong kecil. Biasanya digantungkan secara berderet pada sebuah gantungan yang disebut rancak. Nama waditra ini dijadikan nama perangkat gamelan yang sekarang dikenal dengan sebutan Gamelan Degung. Dahulu Gamelan Degung hanya dipergunakan dalam lingkungan bangsawan tinggi. Bupati Bandung sebelum Perang Dunia Kedua, R.A.A. Wi…
Buku ini berjudul Degung Kemprangan yang isinya merupakan pedoman bagi yang belajar pemula. Degung adalah salah satu seni pertunjukan di Jawa Barat yang banyak digemari masyarakat. Biasanya degung dipertunjukan dalam rangka pesta perkawinan, sunatan, atau dalam pesta lainnya. Belajar menabuh degung bermula dari lagu-lagu yang mudah. Lagu-lagu pendek, teknik menabuhnya sederhana, namun tidak m…
Banyak yang berpendapat pada pengertian tayub, namun menurut penuturan R.T. Kusumakesawa arti tarian tayuban ini sangat berbed dengan apa yang masih dikenal sekarang ini. Menurut beliau dalam penjelasannya, tayub hanyalah terdapat di dalam kraton saja yaitu tarian yang dilakukan oleh raja apabila sedang memberikan pelajaran tentang kepemimpinan (astha brata) kepada putera mahkota. Tetapi penuli…
Seni topeng di masyarakat Jawa Barat tak cuma sekedar seni dalam membuat topeng atau keindahan gerak tari. Pada mulanya kelahirannya seni topeng juga digunakan sebagai syiar tentang agama dan kebajikan. Hingga saat ini seni topeng menyebar dengan sangat pesat di Jawa Barat, bahkan telah muncul kreasi-kreasi baru dalam seni ini. Oleh karena itu, sangat layak kiranya seni topeng dilestarikan. Top…