/server/www/perpustakaan/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:705 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name, mpl.place_name, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name order by b.last_update desc limit 10 offset 4000" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%U%" ]
Penciptaan tari anak ini didasarkan dari rasa keprihatinan ketika melihat proses pembelajaran tari anak dengan materi ajar kurang sesuai dengan dunia bermain anak-anak. Berbagai kasus privat tari anak atau lomba tingkat prasekolah dasar sering dijumpai penggunaan materi tari rang remaja. Keberadaan ekspresi seni penting bagi pembentukan karakter sejak dini, sehingga anak mampu mengembangkan ide…
Artikel ini membahas perjumpaan fanatis antara manusia dan manusia di dalam sastra anak Cina dan Jepang. Antologi cerita pendek karangan Naoko Awa The Foxs Window and Other Stories akan dikupas untuk memaparkan fitur naratif yang disebut sebagai perjumpaan aneh (strange encounter), perjumpaan magis-realis antara manusia dengan binatang dalam konteks kebudayaan Cina dan Jepang. Karya sastra supe…
Pendekatan tradisional animasi ekpresi wajah sangat tergantung pada animator dalam pembuatan gerakan kunci dan rangkaian geakan ekspesi wajah. Problematikayang sering dijumpai adalah peggunaan kerangka dan gerakan wajah yang sama untuk model yang berbeda membutuhkan waktu yang lama dikarenakan kompleksitas ekspresi wajah manusia. Pendekatan simulasi kulit wajah dan otot pada praktiknya masih me…
Artikel ini membahas empat koreografer Minangkabau yaitu Gusmiati Suid, Huriah Adam, Syofyani Bustamam, dan Syahril dari perspektif matrilineal dan patrilineal. Teks matrilineal tidak hanya dipandang dari sisi genealogis, tetapi juga dari sudut pandang budaya. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa partisipasi perempuan di luar wilayah domestiknya terbias dalam seni tari. Perempuan tidak dina…
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap eksistensi gula gending di dalam dinamika budaya yang terjadi di Lombok. Gula gending merupakan sebuah pertunjukan musik yang dimainkan ketika pedagang harum manis mempromosikan barang dagangannya untuk menarik perhatian calon pembeli. Seiring dengan perjalanan waktu, pertunjukan musik ini menjadi langka dan jarang ditemukan di dalam masyarakat. Kini gu…
Tulisan ini membahas aspek sosio-historis dan pencapaian kebudayaan pada masa peradaban seni (rupa) Hindu dan Islam di Indonesia, perkembangan terkini seni rupa kontemporer Islami, dan karya seni KH. M. Fuad Riyadi, seniman dan Kyai Kontemporer yang aktif sebagai pelaku kesenian dalam seni sastra, musik, dan seni rupa. Karya seni merupakan cerminan pengamatan serta perasaan dan pikiran pembuatn…
Selfie merupakan bentuk tidak resmi (slang) dari potret diri digital (digital self potraits). Keberadaannya semakin berkembang. National Selfie Gallery di London pada 2013 menunjukan bahwa jenis foto ini memiliki kelayakan untuk masuk galeri dan dapat disebut karya seni. Sejumlah 19 seniman berfoto selfie dan hasilnya dipamerkan dalam bentuk video berdurasi singkat, masing-masing sekitar 30 det…
Topeng Benjang diperkirakan lahir tahun 1940, penari pertama yang dikenal masyarakat adalah Sutaryo yaitu kakek Abah Entis sebagai penggagas awal tumbuhnya Topeng Benjang. Kehadiran Topeng Benjang ini memberikan pengayaan terhadap seni Benjang pada umumnya di lingkungan masyarakat Ujungberung yang pada awalnya hanya merupakan Benjang Gulat. Topeng Benjang Sutaryo inlah yang selanjutnya dikemban…
Tari Sampiung dalam upacara ritual pengobatan merupakan tari tradisi upacara pengobatan yang berada di kampung pojok desa Rancakalong Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang struktur penyajian dan fungsi tari Sampiung dalam uapcara ritual pengobatan di masyarakat Rancakalong. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode …
Tari Rasjati adalah karya pertama Edi Mulyana dan Lalan Ramlan pada tahun 2015. Tari ini merupakan repetoar tari Jaipongan yang terinspirasi dari Ketuk Tilu, Penca Silat, Topeng Banjet, Kiliningan, dan Bajidoran. Tari Rasjati merupakan tari kreasi baru dalam genre tari Jaipongan yang memiliki tingkat kesulitan sendiri, dilihat dari teknik gerak, pengaturan tenaga, ruang dan waktu. Oleh karena i…