/server/www/perpustakaan/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:705 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name, mpl.place_name, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name order by b.last_update desc limit 10 offset 1260" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%ha%" ]
The period of the growing influence of Hindu-Buddhist culture, or better known as the Classical period in Java is divided into two periods, namely Old Classics (8-10 century AD) and Young Classics (11-15 century AD). Old Classical period developed in Central Java was in conjuction with the development of the center of Mataram Kuna Kingdom. The temple in central Java region have typical characte…
Tokoh Durga Mahisasuramardini yang biasanya diwujudkan sebagai wanita yang cantil, tiba-tiba menjadi tokoh demonis. Hal ini disebabkan karena pertama, Durga adalah dewi terpenting dan dipuja dalam upacara Saiwa Tantra dan kedua karena terjadi perpaduan budaya kraton antara lain termuat dalam karya karya sastra kakawin, dan budaya luar kraton yang dimuat dalam sastra mandala karena disusun pada …
Prasasti adalah salah satu sumber sejarah kuno Indonesia yang sangat penting. Kerusakan pada tulisan pada permukaan plak dapat menyebabkan hilangnya informasi tentang sejarah kuno Indonesia, Pengamatan koleksi prasasti dari Museum Nasional Indonesia dan Museum Ronggowarsito, Semarang dan Museum Tuluangagung memberi kesimpulan bahwa lingkungan memengaruhi jenis dan tingkat kerusakan. Di Museum N…
Kehidupan sosial budaya masyarakat Kauman Yogyakarta dikenal dengan berkembangnya aneka ide. Jejak ide itu dapat dilihat dengan cara melacak munculnya tempat-tempat strategis dan bermakna historis fungsional di dalam kampung Kauman atai di bagian luar Kauman. Berupa tempat ibadah, pelayanan pendidikan, kesehatan, kantor organisasi, tempat laithan pencak silat dan pengajian, asrama pelajar. Perl…
Bahasa Ciacia merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Ciacia di Sulawesi Tenggara. Walikota Baubau Sulawesi Tenggara pada Agustus 2009 memutuskan kebiajakan mengadaptasi aksara sendiri. Keputusan ini menimbulkan reaksi baik pro maupun kontra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat-pendapat kasus adaptasi aksara Korea menjadi aksara Ciacia; untuk mengetahui implement…
Transformasi kaidah estetis tari tradisi gaya Surakarta tidak dapat dipisahkan dengan perwatakan tari seperti endhel atau branyak dan oyi atau luruh untuk tari putri, tari putra alus adalah luruh dan lanyap, madyataya atau katongan dan tari putra gagah yaitu kambeng, kalang kinantang, bapang kasatrian, dan bapang jeglong. Setiap perwatakan tari itu memiliki laku tari yaitu sepuluh patrapbeksa :…
Istilah permainan di masyarakat Baduy dikenal dengan pagawean barudak yang merupakan hasil kegiatan dengan menggunakan alat sebagai medianya. Penelitian di tiga kampung di Baduy, yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana. Desain mainan dan permainan di Baduy, adalah proses transmisi keterampilan, moral dan sosialisasi. bentuknya disajikan melalui studi desain vernakular yang akan menjelaskan nilai …