Skripsi
TINJAUAN DESKRIPTIF KESENIAN KARINDING DALAM KOMUNITAS ADAT CIOMAS -KATCI- DI DESA CIOMAS KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS JAWA BARAT
Karinding sudah ada di Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis sekitar tahun 1900, tetapi tidak diketahui siapa yang pertama kali menciptakannya dan tidak diketahui asal-usul darimana intrumen ini berasal. Sekitar tahun 1975 karinding mulai ditinggalkan masyarakat Desa Ciomas, pada saat itu nstrumen ini sudah tidak ada lagi yang memainkannya. Sekitar tahun 2009 kesenian karinding mulai muncul kembali di Desa Ciomas, hal ini terjadi karena kesenian karinding diangkat kembali oleh komunitas yang ada di Desa Ciomas, yaitu Komunitas Adat Ciomas (KATCI). KATCI menggali kembali konsep-konsep adat yang ada di Desa Ciomas termasuk karinding di dalamnya. Mengusung karinding di dalamnya, mereka biasa menggunakan karinding sebagai media hiburan dan sebagai media komunikasi mereka dengan alam. Untuk media hiburan, KATCI biasanya menggunakan karinding dalam acara hajatan dan acara lainnya, dan biasanya karinding dikolaborasikan dengan alat musik lain seperti celempung, suling, vokal dan sebagainya. Adapun fungsi dari karinding di Desa Ciomas, yaitu ngusir hama, mupuhun (pesta panen), kalangenan, kaulinan (permainan), melet (memikat wanita), ritual menanam pohon, netepkeun leuweung larangan, ngahudangkeun rasa (meditasi), sasadu papalaku ka alam, dan hiburan.
keywords: karinding, ciomas, katci, panjalu, ciamis
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain