Skripsi
Penyajian Kendang dalam Ketuk Tilu
Ketuk Tilu biasanya mempunyai keistimewaan tersendiri, yaitu mereka harus bisa memainkan kendang harus bisa juga sedikitnya menari ketuk tilu. Isi lagu-lagu ketuk tilu banyak mengetengahkan sindiran-sindiran cinta atau pikatan supaya “seseorang†memberi imbalan materi. Dahulu penyanyi ketuk tilu biasa disebut Ronggeng. Adapun arti Ronggeng sendiri adalah sebutan bagi seorang penari wanita yang ngamen di sebuah lapangan atau di pinggir-pinggir jalanan. Secara umum ronggeng berarti wanita yang tugasnya menari dan bernyanyi di arena seni rakyat. Dalam beberapa perangkat Karawitan Sunda, kendang merupakan salah satu waditra utama yang keberadaanya sangat dominanberfungsi sebagai pengatur, pemberi komando, dan penentu jalannya sajian gending atau lagu. Menurut Atik Soepandi, “kendang berfungsi untuk memberi pengarahan terhadap irama lagu yang meliputi; memperlambat tempo, memberhentikan lagu, dan memberikan isyarat peralihan irama†(Soepandi, 1983/1984:9). Dari pernyataan di atas bahwa fungsi kendang terutama dalam repertoar karawitan tradisi, selain secara teknik memiliki nilai-nilai kerumitan tertentu, pengendang pun harus menguasai irama, lagu, serta fungsi waditra-waditra lain. Bahkan dalam perangkat karawitan yang keberadaannya sebagai pendukung jenis kesenian lain, misalnya sebagai iringan tari, pengendang harus menguasai karakteristik tarian. Untuk mencapai ke arah itu diperlukan pengalaman dengan proses yang cukup panjang, oleh karena itu tidak heran apabila pengendang-pengendang perangkat karawitan tradisi di dominasi oleh para seniman generasi tua atau seniman generasi muda yang sudah cukup lama dan konsisten untuk selalu bersentuhan dengan karawitan tradisi.
Jika mengamati pernyataan tersebut, penyaji menyadari sepenuhnya bahwa untuk menjadi seorang pengendang profesional masih sangat jauh, bahkan untuk saat ini penyaji merupakan seorang pengendang pemula, karena bagi penyaji menjadi seorang praktisi karawitan Sunda khususnya Kendang Ketuk Tilu merupakan hal yang baru. Ilmu tersebut penyaji dapatkan setelah penyaji tercatat sebagai mahasiswa di Jurusan Karawitan Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung pada tahun 2010. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat penyaji untuk tetap mempelajari seni karawitan Sunda khususnya waditra Kendang. Hal ini terbukti dari kerja keras selama perkuliahan telah mengantarkan penyaji untuk paham dan hingga memiliki keterampilan untuk mampu memainkan waditra tersebut.
keywords: kendang, ketuk tilu
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain