Skripsi
GALINDENG SORA DINA RASA TEMBANG SUNDA CIANJURAN
Penyajian karya seni dengan judul “Galindeng Sora dina Rasa Tembang Sunda Cianjuran†terdiri dari beberapa unsur/ faktor, diantaranya pencarian, pembentukan (pengumpulan data dan pembentukan proses karya seni), Presentasi karya seni yang dibentuk dalam wujud karya tulis. Berawal dari proses belajar di Sekolah Tinggi Seni Bandung yang merupakan media pertama yang mengenalkan penulis terhadap beberapa kesenian di Jawa Barat, hingga pada akhirnya penulis memutuskan untuk memilih Tembang Sunda Cianjuran sebagai Tugas Akhir (TA) untuk memperoleh gelar Strata 1 (S1). Alasan penulis memilih genre tersebut dikarenakan basic penulis yang merupakan penyanyi pop dengan jenis suara alto, akan lebih cepat menguasai Tembang Sunda Cianjuran karena genre tersebut sama-sama bertempo andante. Akan tetapi setelah dipelajari lebih dalam, terdapat banyak kesulitan. Walaupun secara sekilas terdapat kesamaan, terdapat pula perbedaan dalam hal mendasar, salah satunya dalam pengolahan rasa. Untuk itu penulis lebih menekankan pada penonjolan rasa dalam pembawaan tembang Sunda Cianjuran.
Dalam proses pencarian dan pengumpulan data, selain dari buku-buku tentang Tembang Sunda cianjuran penulis sangat terbantu oleh beberapa seniman dan dosen Tembang Sunda Cianjuran sehingga data yang dihasilkan lebih akurat. Sehingga memudahkan penulis baik dalam proses pembelajaran materi maupun dalam proses pembuatan skripsi (sekilas tentang sejarah Tembang Sunda Cianjuran) karya tulis ini. Dalam proses ini penulis melaksanakan penyadapan kepada beberapa seniman tembang sunda cianjuran yang ada di wilayah Jawa Barat. Dengan ini penulis lebih biasa menguasai teknik yang benar dalam membawakan lagu-lagu tembang sunda cianjuran) . Selain itu penulis juga bisa mendapatkan bermacam-macam gaya dalam membawakan Tembang Sunda Cinajuran, karena setiap penembang mempunyai ciri
khas yang berbeda-beda. Untuk itu penulis tidak terpaku pada salah satu gaya penembang saja, akan tetapi penyaji lebih tertarik untuk menggabungkan semua gaya tersebut dalam satu buah penyajian agar menghasilkan sebuah karya yang baru dalam penyajian Tembang Sunda Cianjuran. Sehingga penulis bisa membadedakan gaya setiap penembang, baik penembang laki-laki maupun wanita. Selain dari aspek pengolahan materi, penulis juga meneliti tentang sikap dan posisi tubuh dalam setiap pembawaan Tembang Sunda Cianjuran. Dimana pembawaan Tembang Sunda Cianjuran di STSI Bandung biasanya dibawakan dengan posisi duduk(emok/sila), akan tetapi penulis lebih tertarik untuk sedikit memvareasikannya dengan cara mengubah kebiasaan tersebut agar tidak monoton.
Secara garis besar, karya dari karya Galindeng Sora dina Rasa Tembang Sunda Cianjuran, merupakan karya yang menonjolkan rasa, komunikasi seni antara penembang dan pemain musik sehingga menghasilkan harmonisasi yang kuat dalam penyajiannya. Tujuan dari Tugas Akhir ini selain untuk mendapat gelar Strata 1 adalah untuk pembuktian hasil dari proses belajar Tembang Sunda Cianjuran selama tiga tahun di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, dan penulis bisa membedakan penyajian dan teknik pembawaan Tembang Sunda Cianjuran dengan genre lainnya.
keywords: tembang sunda cianjuran
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain