Skripsi
GALINDENG KANGEN
Tembang sunda cianjuran adalah lagu yang berasal dari cianjur yang diiringi oleh ansamble musik yang terdiri dari vokal yang lebih dikenal dengan juru mamaos dan instrument yang mengiringi berupa kacapi indung, kacapi rincik, suling,dan rebab. Vokal atau juru mamaos merupakan salah satu yang paling berperan penting dalam kesenian ini, karena tanpa adanya vokal akan terasa ada yang kurang bila didengarkan oleh penikmatnya, karena ini juga merupakan salah satu alat komunikasi dari penembang kepada apresiator untuk menyampaikan makna pesan melalui lagu agar pendengar merasa tergugah hatinya untuk ikut masuk merasakan apa yang disampaikan oleh lagu tersebut. Vokal tembang sunda cianjuran termasuk kedalam sekar irama merdika karena lag-lagu yang dibawakannya tidak terikat dengan ketukan salah satunya dalam membawakan mamaos, tetapi bukan berarti menembang seenaknya tetap dengan aturan-aturan menembang yang berlaku. Dalam lagu tembang sunda cianjuran ini yang bersifat mamaos dikelompokan menjadi beberapa wanda yaitu : wanda papantunan, wanda jejemplangan, wanda rarancagan, dan ditambahkan dengan jenis kakawen. Namun tidak hanya membawakan mamaos saja adapun panambih sebagai wanda tersendiri, yang dibawakan setelah wanda mamaos ditembangkan.
Dalam tugas akhir ini, penyaji mengambil judul “Galindeng Kangenâ€. Dalam Kamus Bahasa Sunda R.A DANADIBRATA judul tersebut memiliki arti tersendiri, Galindeng itu adalah sora ngagalindeng halimpu atau bisa diartikan bernyanyi dengan suara lembut, sedangkan Kangen asal tina kecap “kangen-angen†ting angen-angen jadi hartina kacipta-cipta inget bae, hayang panggih yaitu bisa diartikan sangat ingin bertemu atau rindu, bila diartikan secara keseluruhan “Galindeng Kangen†itu bernyanyi suara lembut dengan penuh rasa kerinduan. Penyaji memilih judul tersebut karena berhubungan dengan materi rumpaka dan tema yang akan dibawakan penyaji yaitu bertemakan tentang kesedihan, penyesalan, dan kerinduan seorang anak pada sosok ayahnya yang hanya dengan alunan lagu dan nyanyian cara untuk mengekpresikan kerinduannya yang nantinya rumpaka lagu yang dibawakan penyaji akan berhubungan dari lagu satu ke lagu yang lain. Dan untuk menjadi seorang seniman yang berpendidikan penyaji juga harus mempunyai kesiapan untuk mengahadapi masyarakat luar yang dituntut untuk menjadi seniman yang professional dan menguasai perkembangan musik saat ini, tetapi masih tetap mempertahankan seni tradisi. Dengan demikian penyaji mempunyai tujuan tertentu dalam mengambil vokal tembang sunda cianjuran diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Untuk menambah pengetahuan mengenai esensi yang terdapat dalam tembang sunda cianjuran.
2. Untuk memperkenalkan dan melestarikan kesenian tradisi sunda kepada masyarakat.
3. Untuk menempuh Tugas Akhir.
Proses penyajian yang dilakukan penyaji yaitu dengan cara melatih kemampuan potensi vokal yang dimiliki penyaji. Disertai dengan proses mencari beberapa data dari buku maupun internet yang berhubungan dengan Tembang Sunda Cianjuran. Sebagai bekal penyaji dan menambah pengetahuan kesenian yang digeluti penyaji.Dalam proses pencarian, penyaji mencari materi yang akan disajikan dari beberapa kaset, mp3, apresiasi, belajar dari perkuliahan, dan penyadapan dari salah satu penembang di Bandung. Dalam menyajikan suatu pertunjukan karya seni, penyaji melakukan berbagai tahapan proses. Tidak dapat disangkal bahwa proses merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan, karena proses merupakan salah satu yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan.
keywords: tembang sunda cianjuran, vokal, juru mamaos, sekar irama merdika
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain