Skripsi
TEKNIK PEMBUATAN DAN PENALAAN KARINDING TOWÈL KARYA ASEP NATA
Karinding Towèl merupakan salah satu instrumen lamellaphone yang ada di Jawa Barat. Penamaan istilah Karinding Towèl dikarenakan instrumen ini cara penyajiannya dipetik (toel) dengan jari. Karinding Towèl merupakan hasil inovasi dari seorang etnomusokolog yang bernama Asep Nata. Karinding Towèl termasuk kedalam klasifikasi instrument idiophone lamellaphone , yaitu instrument yang bunyinya berasal dari tubuh instrumen itu sendiri dan lidah penggetar suara sebagai sumber bunyi nya. Karinding Towèl lebih mengutamakan aspek studi nada, adapun nada-nada nya mencapai satu oktaf. Dari segi bentuk dan cara penyajiannya sangat berbeda dengan karinding buhun. Karinding Towèl memiliki bentuk yang sangat sederhana dan dimainkan dengan cara dipetik dengan jari. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini yakni berupa gambaran Karinding Towèl secara umum dan gambaran cara pembuatan serta cara penalaannya. Karinding Towèl terbuat dari bahan dasar bambu surat, bambu hitam dan bambu kuning yang telah melalui proses pengeringan serta dipotong membentuk persegi panjang dengan ukuran 2x15 cm. Adapun teknik pembuatannya terbagi menjadi 5 tahap yaitu membentuk pola, menyerut garis atas, melubangi ceuceut careuh, membentuk lidah, menipiskan bagian bingkai dan lidah pangkal. Teknik penalaan Karinding Towèl diantaranya menipiskan bagian bingkai dan lidah pangkal untuk menurunkan nada, dan menipiskan bagian lidah bandul serta kancingnya untuk meninggikan nada. Alat penala yang digunakan antara lain kromatik tuner untuk skala nada kromatik, gambang dan bilah saron pada gamelan untuk skala nada pelog dan salendro.
keywords : karinding towèl, asep nata, pembuatan, penalaan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain