PERPUSTAKAAN

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Skripsi

Kesenian Kacapi Pantun Ruwat Lokat Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang

Muslim, Muhammad Bukhori - Nama Orang;

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara umum mengenai Kacapi Pantun Ruwat Lokat Desa Sukayaja, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Rumusan masalah diajukan sebagai fokus bahasan untuk lebih mengetahui bagaimana struktur pertunjukan seni Kacapi Pantun Ruwat Lokat Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang? Dan bagaimana pola petikan kacapi pantun ruwat lokat?.
Seni Kacapi Pantun Ruwat Lokat dipertunjukan untuk upacara sakral atau dapat juga disajikan untuk hiburan. Penyajian pantun memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai sarana ritual dan hiburan. Kacapi pantun pada umumnya menceritakan cerita yang sudah baku dibawakan, seperti cerita munding laya dikusumah, lutung kasarung dan lain sebagainya. Dalam Kacapi Pantun Ruwat Lokat, bah Ilung tidak menceritakan kisah-kisah tersebut tetapi lebih mendalami proses ruwatan nya. Kacapi Pantun Ruwat Lokat mempunyai cerita dan struktur tersendiri yang berbeda dengan kacapi pantun pada umumnya.
Pada dasarnya pertunjukan pantun memiliki penyajian yang terstruktur, tetapi dalam pertunjukannya, pantun memiliki struktur yang berbeda-beda, kembali kepada setiap juru pantun yang memiliki kebiasaan masing-masing. Hasil penelitian menunjukan bahwa, struktur pertunjukan yang biasa dilakukan oleh bah Ilung dan bah Olong sebagai berikut : yang pertama menyuguhkan sesajen yang ditujukan untuk para leluhur atau yang bersifat metafisik dan pembacaan doa yang ditujukan kepada yang Maha Kuasa. Sebagai tanda hubungan dengan alam lain, bah Ilung membakar kemenyan dalam parupuyan. Selanjutnya pengucapan bubuka atau sang juru pantun bernarasi biasanya mengucapkan kalimah ka sumedangan. Setelah bernarasi dilanjutkan pengucapan rajah ruwat dan ditutup dengan pengucapan rajah pamunah. Sementara pola petikan kacapi pada kacapi pantun ruat lokat cenderung repetitif.

keywords: kacapi pantun ruwat, upacara sakral, sumedang selatan


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RB 2014 MUS k
Penerbit
Bandung : STSI BANDUNG., 2014
Deskripsi Fisik
29,5 cm x 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
RB 2014
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Muslim, Muhammad Bukhori
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?