Skripsi
Renghap Kendang Dina Ronggeng Tayub
Karya penyajian ini merupakan penggambaran secara umum mengenai kesenian rakyat yang berada dan berkembang di daerah Ciamis sebelah utara, meliputi Tambaksari, Rancah, Cisaga, Sukadana, bahkan perkembangan kesenian ini mencakup pula ke daerah Kuningan, dan Cilacap Jawa Tengah. Kesenian yang disajikan adalah seni Tayub Kaleran, dimana dalam kesenian ini pemunculan karakter dari waditra kendang sangat dominan, karena sajian ini merupakan tugas akhir penyajian alat tepuk ( Kendang ). Kendang bisa disebutkan nafas yang memberi nyawa gerakan tari dalam tayub kaleran. Maka dari itu, sajian ini diberi judul Renghap Kendang Dina Ronggeng Tayub yang memiliki arti nafas yang diberikan oleh kendang berupa tempo, komando, dan permainan dinamika serta pola-pola tepakan kendang yang mengikuti gerak-gerik tarian dalam sajian ronggeng dan tayuban. Disini disebutkan ronggeng karena dalam sajian tayub kaleran di dalam nya terdapat ronggeng, dan pola-pola ronggeng amen setelah era tahun 1990-an. Penyajian Tayub merupakan sebuah media ujian akhir alat tepuk karena fungsi kendang sangat dominan bagi musik pengiring gamelan dan gerak-gerik tarian yang disajikan oleh ronggeng, dan penayub, karena sebuah tarian rakyat selalu mengutamakan hentakan dinamika dari kendang sebagai nafasnya atau nyawanya. Dalam sajian ini penyaji menyajikan tayub kaleran secara konvensional dan disesuaikan dengan perkembangan nya di masyarakat Ciamis utara dari era tahun 1990 hingga sekarang.
Tujuan utama menjadikan kesenian Tayub Kaleran sebagai media dalam sajian karya tugas akhir jurusan karawitan STSI Bandung yaitu sebagai upaya melestarikan kesenian yang hidup di daerah sendiri, serta mencari tahu lebih dalam mengenai kesenian yang ada di daerah sendiri terutama mengenai pola-pola kendang yang berada dalam kesenian tersebut. Serta mencoba membandingkan perbedaan pola kendang antara pola asli tayub kaleran dan ronggeng amen dalam satu sajian. Metode yang digunakan dalam pencarian informasi dan proses latihan adalah metode observasi, dan wawancara serta penyadapan, dimana penyaji bisa terjun langsung dengan seniman-seniman yang menggeluti kesenian tersebut,
dan mengikuti proses-proses langsung dilapangan dan penyadapan dari hasil pendokumentasian pribadi, hal ini dikarenakan jarangnya pendokumentasian khusus mengenai kesenian tersebut.
Hasil penyajian ini melewati proses bimbingan dan latihan hingga dalam penyajiannya merupakan rangkuman dan gambaran akan kesenian tayub kaleran dari pada masa tahun 1990 hingga sekarang, disesuiakan dengan perkembangan di masyarakat Ciamis utara pada jaman sekarang. Dimana didalam nya sudah ada pola-pola dan gaya ronggeng amen dan Jajawaan sebagai ciri dari kesenian ini berkembang di daerah Jawa Tengah bagian Cilacap. Hasil dari proses dan penyajian ini, saya sebagai penyaji menjadi paham akan perbedaan pola-pola tepak kendang antara tayub kaleran dan ronggeng amen, serta penyaji bisa mengetahui lebih dalam mengenai kesenian tayub kaleran dengan perkembangan dan wilayah penyebarannya.
keywords: tayub, kendang, ronggeng, ciamis
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain