PERPUSTAKAAN

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Penciptaan Tari Dalam Keheningan
Penanda Bagikan

Skripsi

Penciptaan Tari Dalam Keheningan

Styan, ND - Nama Orang;

Keyword : tari, dalam keheningan
Sumber pengambilan dokumen : skripsi

Latar Belakang

Keberadaan seni tari sebagai ekspresi manusia yang bersifat estetis tidak bersifat independen. Dilihat secara tekstual, tari dapat dipahami dari bentuk dan teknik yang berkaitan dengan komposisinya analisis bentuk atau penataan koreografi atau teknik penarinya analisis cara melakukan atau keterampilannya. Sementara dilihat secara kontekstual yang berhubungan dengan ilmu sosiologi maupun antropologi, tari adalah bagian imanent dan integral dari dinamika sosio-kultural masyarakat Y. Sumandiyo Hadi, 200513.

Seni tari terus berkembang sesuai dengan kemajuan manusia pendukungnya. Peristiwa tersebut merupakan masalah sosial yang cukup menarik. Penjelasan ini dapat kita lihat dari awal mula keberadaan tari, baik tari yang berasal dari budaya primitif sampai ke modern, bahkan istilah yang sering dipakai dewasa ini adalah tari kontemporer.

Untuk menjadi seorang penata tari harus seringkali membiasakan tubuhnya bergerak dan bereksplorasi sehingga mendapatkan bentuk koreografi sesuai dengan imajinasinya. Selain itu, penata tari adalah seseorang yang teliti dan dapat menghayati peristiwa yang terjadi di sekitarnya, baik itu dilihat dari pengalaman batinnya maupun pengalaman orang lain. Dengan demikian penata akan lebih peka terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungannya, baik secara psikologis maupun sosiologis. Dan pada akhirnya keresahan-keresahan yang timbul dari berbagai pengalaman tersebut akan menjadi inspirasi untuk penciptaan karya tari.

Sesuai dengan penjelasan tersebut, seorang koreografer atau penata tari bukanlah seseorang yang biasa, dalam artian dibutuhkan adanya kepekaan terhadap segala bentuk peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Kepekaan itu sendiri dapat dilatih melalui perenungan dan pengalaman dalam berkarya, baik menjadi seorang penari maupun penata tari. Hal tersebut akan mendewasakan pemikiran penata tari dalam membuat konsep garap dan mengeksplorasi tubuh, sehingga penari tidak hanya bergerak sekedar gerak tetapi bagaimana gerak tersebut dapat berbicara untuk mengungkapkan isi garapan yang diinginkan penata tari


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RA 2013 STY p
Penerbit
: ., 2013
Deskripsi Fisik
29,5 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
793.3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Dalam
Tari
Penciptaan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Styan, ND
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?