Skripsi
Garap Kendang Wayang Golek
Keyword : kendang, wayang golek
1.1 Latar Belakang Penyajian
Kendang adalah salah satu waditra karawitan Sunda yang pernah dipelajari sebelum penyaji tercatat sebagai mahasiswa di jurusan Karawitan STSI Bandung. Dengan demikian, keterampilan dalam memainkan waditra Kendang bagi penyaji bukan hal yang baru, sehingga sedikit banyaknya telah memiliki pengalaman dasar. Penyaji adalah salah seorang yang dilahirkan di daerah Ciamis yaitu salah satu daerah yang memiliki kesenian cukup potensial, terutama kesenian Tayub. Oleh karena itu, garap Kendang Tayub gaya Ciamis merupakan bagian dari keterampilan yang dimiliki penyaji.
Di samping itu, ketika penyaji melakukan proses pembelajaran Kendang, merupakan masa keemasan kesenian Jaipongan, sehingga garap Kendang Jaipongan menjadi bagian proses pembelajaran Kendang yang dilakukan penyaji. Oleh karena itu, garap Kendang Tayub gaya Ciamis dan garap Kendang Jaipongan merupakan dasar keterampilan yang telah dimiliki sejak lama. Hal itu pula yang menjadi bekal kehidupan penyaji, dalam berkesenian.
Rasanya belum cukup terhadap dasar keterampilan yang telah dimiliki, muncul ketika penyaji banyak menonton pertunjukan Wayang Golek, yang sebetulnya tidak berkembang subur di daerah penyaji. Dari rasa itu muncul keinginan untuk belajar Kendang gaya Wayang Golek, yang selanjutnya penyaji aplikasikan dengan cara nyatrik kepada Ugan Rahayu, yaitu pengendang Wayang Golek Asep Sunandar Sunarya, era tahun 1980-an sampai dengan tahun 1995-an, yang berlokasi di Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Hasil nyatrik itu sedikit banyaknya memberikan pengalaman berharga bagi penyaji, karena mendapatkan beberapa dasar-dasar garap Kendang Wayang Golek. Itu pula yang menyebabkan penyaji ketika tercatat sebagai mahasiswa di Jurusan Karawitan STSI Bandung, mengambil dasar keterampilan garap Kendang Wayang Golek
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain