Skripsi
Lagu Lulugu Dalam Ronggeng Gunung Grup Mekar Saluyu Di Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Kabupaten Ciamis - Sebuah Tinjauan Musikalitas
Keyword : lulugu, ronggeng gunung
Sumber pengambilan dokumen : B 2013 RUS
Seni Ronggeng Gunung merupakan salah satu kesenian tradisional Ciamis yang perlu di lestarikan agar menjadi khasanah budaya bangsa. Oleh karena itu, melalui deskripsi ini diharapkan kesenian ini akan semakin dikenal tidak hanya masyarakat Ciamis, namun seluruh masyarakat Jawa Barat, dan lebih luasnya lagi oleh seluruh masyarakat Indonesia.Berkembangnya kesenian atau kebudayaan sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan menyesuaikan dengan zaman yang semakin maju. Hal ini dikarenakan banyaknya pengaruh kebudayaan asing yang masuk, sehingga nilai budaya serta fungsi kesenian tersebut semakin memudar mengikuti perubahan zaman. Salah satu generasi penerus Ronggeng Gunung yang tersisa dan masih melestarikan seni Ronggeng Gunung adalah Grup Mekar Saluyu. Grup Mekar Saluyu berdiri sejak tahun 1970. Sejak itu pula kelompok seni ini menunjukkan kiprahnya dalam dunia Seni Ronggeng Gunung. Grup ini telah tampil di berbagai acara, baik acara hiburan maupun acara ritual tertentu, seperti pada upacara syukuran panen di sawah.Adapun lagu yang disepakati untuk dianalisis adalah Lulugu Urung-urung, Sasagaran, Golewang dan Dengkleung. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi alasan untuk memilih dan menentukan lagu ini. Pertama, lagu tersebut paling umum dinyanyikan oleh Ronggeng Gunung Grup Mekar Saluyu, dan secara musikal cocok di tampilkan dalam berbagai pertunjukan. Kedua, lagu ini banyak memunculkan variasi senggol, yang berbeda dengan ronggeng yang lain. Ketiga, secara musikal beberapa lagu yang popular yang sering di nyanyikan oleh para Ronggeng Gunung
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain