Skripsi
Wanda nu Ngawandaan
Hal yang menjadi pertanyaan di dalam benak kepala penyaji ketika mempelajari tembang sunda cianjuran adalah permasalahan wanda.
Wanda menurut Elis Rosliani yang ditulis pada buku Seni Karawitan Sunda (1998). Rosliani mengatakan bahwa wanda adalah gaya atau jenis dalam tembang sunda cianjuran (Rosliani, 1998:265).
Secara eksplisit penjelasan di atas, jika diaplikasikan pada tembang sunda cianjuran, maka wanda adalah tembang sunda cianjuran sendiri, sedangkan nu ngawandaan bisa dikatakan gaya seniman yang berhasil memberikan tafsir garap terhadap penyajian tembang sunda cianjuran. Hasil tafsir garap yang tersimpan dalam jangka waktu panjang, mengkristal, dan mentradisi, kemudian dianut komunitas seniman pelaku di suatu daerah yang nantinya menjelma menjadi wanda kedaerahan. Lahirlah tembang sunda cianjuran gaya (wanda) Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya dan Sumedang.
Fenomena keragaman wanda kedaerahan pada perjalanan tembang sunda cianjuran karena adanya wanda nu ngawandaan, menjadi motivasi penyaji untuk memberikan cara pandang baru dalam menyikapinya.
keywords: tembang sunda cianjuran, wanda
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain