Skripsi
Tari Topeng Satria Dan Topeng Rahwana Dalam Pertunjukan Benjang
Keyword : benjang, helaran, tari topeng, satria, rahwana
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul Tari Topeng Satria dan Topeng Rahwana dalam Pertunjukan Benjang Helaran Grup Panca Komara Kecamatan Ujungberung Kota Bandung, adalah tulisan yang mendeskripsikan dua buah tari topeng Satria dan Rahwana. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kedua tari topeng tersebut.Yang berdasar pada perumusan masalah mengenai bagaimana tari Topeng Satria dan Topeng Rahwana yang dipertunjukan grup Panca Komara.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang dibantu dengan teknik pengumpulan data, seperti studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Metode ini digunakan untuk menggambarkan secara sistematis data-data faktual dan akurat mengenai kedua tarian tersebut di atas.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain Kemunculan tari Topeng Benjang Helarandiawali sekitar tahun 1940-an di Kampung Ciwaru, Ujungberung, Kota Bandung. Pada awalnya, tari dalam pertunjukan Benjang tersebut mempunyai empat tahapan karakter, yakni karakter halus oleh tari Topeng Arimbi karakter ladak oleh topeng Satria karakter gagah oleh topeng Rahwana dan karakter lucu oleh topeng Menyon.Dari keempat tarian itu, kini hanya ditampilkan dua karakter tari saja, yakni topeng Satria dan topeng Rahwana. Kedua tarian tersebut biasanya hanya bisa ditarikan oleh laki-laki. Perempuan seolah-olah ditabukan, karena kesenian Benjang itu memang diperuntukkan bagi kaum laki-laki.
Koreografinya tidak mempunyai pola yangbaku, oleh sebab itu kedua tarian tersebut senantiasa ditarikan secara improvisasi. Durasi panjang-pendek satu tarian itu bergantung pada daya improvisasi penari dalam membawakan karakter topeng yang ditarikan. Dilihat dari gerakan-gerakan tarinya, kedua tari tersebut mengacu pada gerakan Wayang Golek sesuai dengan nama tokoh yang diusungnya, yakni Satria dan tokoh Rahwana.
Akan tetapi, kostumnya tidak seluruhnya mengacu pada kostum Wayang Golek, melainkan lebih mirip dengan kostum tari topeng Cirebon atau topeng Priangan. Waditra pengiring tari topeng ini sama dengan waditra yang biasa dipakai mengiringi pertunjukan Benjang, terdiri atas empat buah terebang, kendang, kulanter, bedug, tarompet, kecrek, dan gong.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain