Skripsi - karya
Tilu Gelung
Tilu Gelung merupakan judul Tugas Akhir (TA) penyajian seni Karawitan, buah konsekuensi logis dari kompetensi penyaji sebagai mahasiswa Jurusan Karawitan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang memilih minat keahlian pada kacapi indung dalam tembang sunda cianjuran. Tilu Gelung merupakan gabungan dua buah kata dari vokabuler bahasa Sunda, yakni tilu sebagai numeralia atau kata bilangan yang menunjukkan jumlah suatu benda, dan gelung sebagai nomina atau kata benda untuk menyebut model ikat rambut wanita di wilayah Sunda.
Istilah gelungmerupakan kata terapan (loanwords) yang diadopsi ke dalam kosa kata peristilahan Karawitan Sunda, diterapkan untuk menyebut bagian ujung kacapi seperti tanduk yang mencuat melengkung ke atas. Kata gelung pada kacapi berhubungan erat dengan keyakinansecara turun-temurun di mana kacapi dipersonifikasikan sebagai wujudwanita dan seiring perjalanan ruang dan waktu akhirnya memiliki pseudonim (nama lain) dengan sebutan kacapi gelung.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penyajian TA berjudul Tilu Gelung. Konsep gelung yang dimaksud penyaji adalah pseudonim dari instrumen musik yang menjadi titik awal pemberangkatan kompetensi penyaji selama menempuh pendidikan formal pada Jurusan Karawitan STSI Bandung, yakni kacapi gelung atau kacapi indung dalam tembang sunda cianjuran yang dimainkan penyaji selama pertunjukan TA. Kata bilangan tilu (tiga) yang disematkan pada judul merupakan konsep mengenai tiga tafsir garap musikal penyajian kacapi indung dalam tembang sunda cianjuran pada pertunjukan Resital TA oleh penyaji. Tafsir garap tersebut menghadirkan tiga nuansa penyajian kacapi indung yang merepresentasikan gaya Cianjur, Priangan (Bandung), dan kacapi indung dalam mengiring lagu-lagu yang bernuansakan wilayah Kaleran (Cirebon dan Indramayu).
Singkat kata penyajian kacapi indung dalam tembang sunda cianjuran yang mengusung judul Tilu Gelung adalah upaya penyaji untuk mereview perkembangan sajian tembang sunda cianjuran dalam satu pertunjukan yang meliputi tiga gaya tabuhan yang mewakili Cianjur, Bandung, dan Pantura. Bukti bahwa tembang sunda cianjuran berserta tabuhan kacapi indung mampu tampil dinamis dan beradaptasi dengan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat pendukungnya dati waktu kewaktu.
keywords: tembang sunda cianjuran, kacapi indung
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain