Skripsi - karya
Bihari Ka Kiwari
Bihari Ka Kiwari merupakan judul sajian tembang sunda cianjuran yang mengetengahkan lagu-lagu dari kreativitas para seniman pada masa silam hingga masa sekarang yaitu tentang lagu-lagu tembang sunda cianjuran dari masa lalu dan kini, dari lagu-lagu yang No Name (NN) hingga ada nama penciptanya, dari yang klasik hingga perkembangan, dari yang lawas hingga yang anyar.
Dalam penyajianya, kacapi indung merupakan instrument yang mempunyai peranan penting dalam penyajian tembang sunda yaitu sebagai penuntun lagu, sebagai aba-aba masuknya lagu, dan pengatur irama lagu, juga sebagai induk dari instrumen lainya dalam tembang sunda cianjuran dengan pola tabuh pasieupan, kemprangan, dan kait. Adapun lagu-lagu yang disajikan yaitu laras degung; bubuka kulu-kulu, rajamantri, jemplang cidadap, manages degung, dan kapeurih (panambih), laras sorog; nandasa dan Muntang ngembing (panambih), dan laras salendro yaitu nyawang tangtungan dan sangkuring (panambih) yang lengkap dengan rumpaka dan notasi (not lagu) yang disajikan.
Pada dasarnya penyajian ini (Bihari Ka Kiwari) tidak merubah kesan tidak merubah kesan yang ada pada tembang sunda cianjuran seperti biasanya (konvensional).
Secara garis besar tembang sunda cianjuran memang banyak mengalami perkembangan baik dari penambahan instrumen maupun lagu atau wanda. Akan tetapi perkembangan yang terjadi memang harus dilakukan untuk menjaga eksistensi tembang sunda cianjuran di era globalisasi. Namun patut dicermati bahwa perkembang terhadap suatu kesenian harus tetap menjaga benang merah dan tidak lepas dari keaslianya.
keywords : tembang sunda cianjuran, kacapi indung
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain