Skripsi - karya
Kingkin Batin
Penciptaan karya seni Kingkin Batin ini merupakan pengalaman hidup penyaji yang di aplikasikan terhadap karya seni musik Karawitan Sunda. Metode penggarapan karya ini diawali dengan pencarian ide atau gagasan yang akan dijadikan sebagai konsep karya. Penyaji melakukan diskusi dengan beberapa orang teman untuk mencari ide hingga akhirnya muncul gagasan untuk mengangkat konsep tentang ibu. Konsep ini diangkat sebagai media pengungkapan ekspresi penyaji yang semasa kecil kehilangan ibu. Jika anak-anak kecil pada umumnya tumbuh dengan kasih sayang ibu, penyaji justru kelimpungan mencari dimana sebenarnya ibu berada. Dari kegelisahan inilah penyaji terinspirasi untuk mengimplementasikannya ke dalam sebuah karya. Rasa sakit hati, sedih, bingung dan rindu yang menjadi satu menjadi penguat intuisi penyaji dalam menggarap karya ini.
Setelah menemukan konsep yang tepat, barulah penyaji mulai mencari dan mengingat kembali referensi musik yang hendak dijadikan acuan dalam proses penggarapan karya ini. Dengan latar belakang tradisi yang kuat, penyaji menemukan karya-karya ciptaan Jaja DM, Lili Suparli, Samba Sunda dll sebagai sumber referensi yang sesuai dengan kompetensi dasar penyaji. Setelah melalui proses apresiasi referensi karya, penyaji mulai melakukan eksplorasi dengan instrumen yang akan digunakan dalam karya ini, yang sebagian besar merupakan instrumen berbahan dasar bambu.
Dalam prosesnya tentu saja penyaji tidak langsung menemukan dan membuat satu komposisi utuh, butuh sokongan saran dan bimbingan karya dalam upaya mencapai hasil yang terbaik dengan usaha yang maksimal sesuai dengan kompetensi penyaji. Dengan proses yang panjang, dan dalam jangka waktu yang tidak sedikit akhirnya penyaji berhasil membuat karya “Kingkin Batinâ€.
keywords : penciptaan karawitan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain