Skripsi
ISWARA GANDRUNG
IswaraGandrungmerupakanpengungkapansebuah rasa cintaKanjengRatuKidulterhadapSenapati, yang ditafsirolehpenatamelaluikesadaranpsikologi.Sebuahkisahdengan rasa cintanamuntidakbisamemiliki, menggugahemosipenatauntukmenciptakansebuahkaryadiataspanggungpertunjukan.Menggunakanimaginasinya, penatamencobamenjadisosokKanjengRatuKidul (sang penguasaSamudraHindia) yang rasa jatuhcintanyaditolakolehSenapatikemudiandanberujungpadasumpahnya,
“Yen ingsun tan nggango karma, nora kudu dadi estri, enak malih dadi priya, norana kang mejanani. De wis dadi ujar ingsun, anggon sun wadad salamining, ngarsa-arsa pangajapan, temah arsa ngapirani, sunbekane mengko jajal, piyangkube ngadadi-dadiâ€
“Jika saya tidak perlu menikah, tidak harus menjadi permaisyuri, lebih baik menjadi laki-laki, tidak ada yang mempengaruhi. Sudah menjadi sumpah saya, berniat untuk menyendiri selamanya, menanti-nanti pengharapan, akan menjadi merepotkan, nanti saya mencoba, keangkuhannya menjadi-jadi†(Tembang kinanthi:26-27).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain