Skripsi
Tari Gending Sriwijaya
Tari Gending Sriwijaya merupakan tari tradisional yang dijadikan sebagai tari penyambutan tamu masyarakat Palembang yang datang berkunjung ke Kota Palembang. Tarian ini terdiri atas 9 penari inti, 1 pembawa payung dan 2 pembawa tombak. Tarian yang ada pengaruh zaman Hindu-Budha serta corak Kerajaan Sriwijaya, telihat pada ragam gerak, properti, dan busana yang digunakan pada Tari Gending Sriwijaya.
Koreografi yang ada pada Tari Gending Sriwijaya terdiri atas: 1) Gerak Borobudur, 2) Gerak Sembah, 3) Gerak Kecubung, 4) Gerak Tolak Balak, 5) Gerak Tumpang Tali, 6) Gerak Stupa, 7) Gerak Tabur Bunga, 8) Gerak Tafakur, 9) Gerak Siguntang, 10) Gerak Keagungan, 11) Gerak Elang Terbang, 12) Gerak Kolam, Dan 13) Gerak Mendengar. Fungsi Tari Gending Sriwijaya dahulunya digunakan sebagai tari penyambutan tamu masyarakat Palembang tetapi seiring berjalannya waktu Tari Gending Sriwijaya digunakan untuk fungsi, 1) penyambutan tamu, 2) pesta perkawinan, dan 3) seremonial. Pada fungsi pesta perkawinan dan seremonial dengan menggunakan Tari Tepak Keraton sebagai tari turunan Tari Gending Sriwijaya.
Hal ini yang menarik bagi penulis untuk mengkaji penelitian lebih jauh lagi pada Tari Gending Sriwijaya dalam hal, bagaimana koreografi dan fungsi Tari Gending Sriwijaya sebagai tari penyambutan tamu masyarakat Palembang. Di sini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, dengan tahapan metode yaitu, 1) Studi Kepustakan dan 2) Studi Lapangan yang meliputi wawancara, observasi, pemotretan, dan perekaman.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain