Skripsi
ARJUNA SASRABAHU VS SOMANTRI
Arjuna Sasrabahu berasal dari Kerajaan Maespati, ia adalah putra Prabu Kartawirya, cucu Prabu Heriya, masih keturunan Hyang Ismaya. Raja Maespati yang berwibawa dan banyak daerah taklukannya. Ia memerintah raja seribu negeri, agung dan bijaksana, perwira, dan dia adalah titisan Dewa Wisnu sehingga tak ada yang dapat mengalahkannya. Karakter pada tokoh Arjuna Sasrabahu ini adalah Satria Lungguh.
Bambang Somantri adalah ksatria yang sakti tinggal dipertapaan Jatisrana, putra Resi Suwandageni di padepokan Argasekar / Ardisekar, dari ibu Dewi Darini, dan mempunyai saudara sekandung bernama Sukasrana. Ia diangkat menjadi patih di Maespati dengan gelar Patih Suwanda. Bambang Somantri berhasil mengalahkan raja-raja seribu negeri yang menyerbu Raja Magada, bahkan berkat kesaktian Somantri, Dewi Citrawati bersedia menjadi istri Arjuna Sasrabahu . Karakter pada tokoh Somantri adalah Satria Ladak.
Perang tanding antara Prabu Arjuna Sasrabahu dengan Somantri, dan seluruh kesaktiannya telah dikeluarkan dengan pantang menyerah dan terus berusaha untuk mengalahkan rajanya itu. Namun setelah sang raja bertiwikrama menjelma menjadi Brahalasewu (raksasa atau danawa yang besar dan bertangan seribu) , di situlah Somantri tidak bisa berbuat apa–apa dan akhirnya memohon ampun. Somantri telah menyadarinya, bahwa rajanya itu memang sakti dan tidak dapat dikalahkannya.
Penari harus benar-benar mengerti dan menguasai estetika kepenarian, dalam tari Sunda yang disebut BIWAWISALUS, yakni, Bisa,Wanda, Wirahma, Sari, Alus. Hal tersebut sangat mempengaruhi untuk dapat memahami karakter yang akan di bawakan oleh masing masing pelaku/penari dengan baik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain