Skripsi
RITUAL MARONGGE
Ritual Marongge merupakan salah satu peristiwa upacara yang dituangkan kedalam karya tari tugas akhir jurusan tari STSI Bandung .Di dalamnya memiliki arti upacara ritual Kinasihan, yang terkenal dengan sebutan “Ajian“ atau yang disebut “Pelet Marongge“. Isi garap menceritakan tentang orang-orang yang ingin memiliki jodoh, karier atau permohonan lainnya melalui ritual tersebut. Kisah ini diambil dari peristiwa kehidupan sehari–hari pada orang-orang yang ingin dikabulkan cita-citanya melalui “Ritual Maronggeâ€, yang biasanya dilaksanakan pada malam Jumat kliwon, namun ada juga sebagian masyarakat yang melakukan ritual tersebut pada di malam-malam selain malam Jumat. Ritual tersebut dilakukan di makam Embah Gabug di daerah kampung Tolengas desa Marongge kecamatan Tomo kabupaten Sumedang.
Gerak yang disusun dalam koreografi bersumber dari tari tradisi Sunda seperti ukel, gilek, minced, keupt dan gerak-gerak lain yang dianggap baru. Konsep garap tradisi dikembang kan menjadi karya baru disesuaikan dengan konsep garap Ritual Marongge yang disajikan dalam bentuk karya baru berdasarkan eksplorasi penata dalam proses garapan tarian ini.
Garapan tari ini akan disajikan dalam bentuk tari kelompok yang terdiri dari lima orang penari perempuan yang berbeda-beda keinginan seperti jodoh, karier, kekuasaan, kewibawaan. Oleh karena itu “Ritual Marongge†divisualkan dengan suasana kesedihan, kekecewaan dilanjutkan dengan suasana permohona nmelalui ritual dan terakhir kebahagiaan semu yang mengakibatkan kemarahan terhadap diri sendiri yang sudah mencederai keimanannya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain