PERPUSTAKAAN

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Book

MAKNA DAN NILAI KIDUNG BANYU PITU PADA UPACARA SELAMATAN MEMITU DI DESA KEDOKAN AGUNG KECAMATAN KEDOKAN BUNDER KABUPATEN INDRAMAYU

Firtikasari, Melsya - Nama Orang;

Penulisan tesis ini membahas tentang tata cara pertunjukan Kidung Banyu Pitu pada Upacara Selamatan Memitu. Kesenian Kidung Banyu Pitu merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Desa Kedokan Agung Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu yang dilantunkan oleh seorang pujangga, Kidung Banyu Pitu ini berkaitan dengan upacara adat ritual yang dilaksanakan setiap Memitu. Kidung Banyu Pitu merupakan bagian dari upacara selamatan Memitu yang dipercayai oleh masyarakat setempat agar ibu dan janin selalu dijaga dalam kesejahteraan dan keselamatan bagi masyarakat Kedokan Agung. Dalam penyajiannya, Kidung Banyu Pitu biasanya hanya dilakukan lantunan oleh satu orang pujangga. Lantunan tersebut bukan hanya lantunan biasa, melainkan sangat berkaitan dengan kalimah tauhid. Kidung Banyu Pitu terdapat dalam Kitab Mustika Rancang. Gambaran dari kalimat Syahadat. Dalam penyajian Kidung Banyu Pitu penulis melihat adanya bentuk-bentuk simbol yang mengandung makna bagi masyarakat pendukungnya. Makna bentuk-bentuk simbol tersebut sangatlah menarik untuk ditelaah mengingat perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia yang sedang menuju ke arah masyarakat modern telah membawa perubahan pada kebudayaan kita yang bersifat simbolis itu. Kini, pandangan hidup dan sikap sebagian masyarakat mulai bergeser ke arah aspek yang cenderung dianggap lebih rasional. Masyarakat seakan kurang percaya lagi pada keleluhuran makna-makna yang tersembunyi di balik simbol-simbol. Penulis meyakini bahwa makna dan nilai simbol dari Kidung Banyu Pitu pada upacara selamatan Memitu tersebut dapat mencerminkan pola kehidupan masyarakat tempat kesenian tersebut berkembang, dengan kata lain kesenian Kidung Banyu Pitu pada upacara selamatan Memitu akan dapat menggambarkan perilaku sehari-hari dari masyarakat pendukungnya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
PASCA 204 FIR m
Penerbit
Bandung : STSI., 2014
Deskripsi Fisik
29,5 x 21 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
PASCA
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Firtikasari, Melsya
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?