Book
Sisingaan Di Kabupaten Subang Dewasa Ini ( Suatu Telusuran Grounded Konsep-Konsep sisingaan)
Sisingaan di kabupaten Subang dewasa ini
Wajah sisingaan Kiwari (pada saat ini) tampak berbeda dengan Sisingaan "kamari, dan "bihari" (kemarin dan masa lampau), baik dari sisi bentuk fisik maupun makna dan fungsinya. Perubahan yang terjadi mengalir secara alami, jadi secara alami, berkembang secara alami pula. Faktor penyebabnya adalah adanya pengaruh eksternal dan internal.
Munculnya perubahan dalam kesenian Sisingaan erat hubungannya dengan pengaruh dari dfusi budaya dan kreativitas pelaku seninya. Dari kondisi seperti ini lahir konsep bentuk pertunjukan dan konsep estetika baru Sisingaan. Ini menarik untuk dujadikan objek penelituian mengingat masalah tersebut belum pernah diugkap oleh peneliti lain. Untuk mengungkap permasalahan tersebut peneliti menggali dari realitas pentas Sisingaan dengan menggunakan pendekatan Grounded Theory.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada saat ini sisingaan memiliki konsep baru baik pertunjukannya maupun estetikanya. Konsep bentuk pertunjukkan terdiri dari Ponga (jaipongan Sisingaan) Ngojegkeun, Dukrak, (ngadiukeun: mendudukan sebelum ngarak), dan karedok. Sedangkan konsep estetikanya terdiri dari Gandang (secara fisik dan garapan pertunjukannya mengundang daya pukau). Dengan bergesernya bentk dan tuntunan estetika, secara fungsi dan makna pun turut berubah, Kini fungsi dan makna Sisingaan yang pada awalnya syarat dengan nilai-nilai spiritual cenderung mengarah kepada kepentingan snowbiz dan hedonis
KW : perubahan, Konsep, Fungsi dan makna
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain