Book
JURNAL LAYAR VOL.I NO.2
Tubuh dan gerak menjadi media ungkap rasa, suasana dan alur cerita. Tubuh mempunyai bahasa yang dapat menyampaikan sesuatu tanpa kata-kata. Setiap gerak baik dibantu oleh ruang dan bunyi serta kelengkapan lainnya menjadi konstruksi imajinasi, aktivitas pikiran yang digambarkan dengan pertimbangan estetis. Eksplorasi tubuh menjadi penting, karena gerak dan akting harus dapat menyampaikan keinginan pertunjukan pada penonton. Keberhasilan dari pertunjukan apabila penonton sebagai penikmat dapat menangkap, merenungi dan mendapat pesan yang tersirat dari pergelaran tersebut, baik secra langsung maupun setelah pertunjukan berlangsung.
Fotografi seni pertunjukan berusaha semaksimal mungkin dapat menangkap fenomena yang terjadi di atas panggung/arena permainan sebaik mungkin. Memang, dua seni ini cukup berbeda baik dari materi maupun cara ungkapnya. Seni pertunjukan menggunakan mata dan telinga sebagai penuntun menuju perasaan, jalinan gerak tubuh yang mengandung makna diungkapkan secara langsung, sementara foto hanya menggunakan mata saja karena menjadi gambar yang diam. Tetapi sebaiknya pembekuan kejadian pentas ini dapa mengungkapkan rasa yang terjadi, sehingga orang yang melihat dapat pula mengikuti persaaan yang tertangkap oleh mata kamera, sementara pemaknaannya bisa menjadi lebih banyak tergantung dari apresiatornya.
KW : Fotografi, pertunjukan, tubuh, gerak, kamera.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain