Book
TEPAK KENDANG DOGER SUBANG - Penyajian
Kesenian Doger yang bersifat kerakyatan dimana pemain dan penari dapat berinteraksi dengan apresiatornya. Keduanya memiliki kesetaraan tanpa ada pembeda sedikit pun, apresiator dapet berinteraksi dengan cara meminta lagu kepada pangrawit (pemain instrument) atau pun menari bersama mengikuti irama waditra (instrument) khususnya kendang. instrumen ini akan menjadi sangat penting karena tempo, irama, dan komando dalam sajian di atur oleh kendang , bahkan gerak tari pun mengikuti irama tabuhannya.
Keunikan fenomena musikal yang terjadi dalam kesenian ini adalah masuknya lagu-lagu lalamba irama opat wilet, kemudian adanya tepak-tepak yang diambil diambil dari ragam tepak tari keurseus dengan menggunakan lagu rakyat.
Pelestarian Doger ini dipertunjukan dengan berkeliling (ngadoger/ngamen) kesenian ini berlangsung ketika malam hari, di wilayah perkebunan tidak jauh dari tempat tinggal para buruh-buruh kebun tanpa menggunakan panggung sehingga antara penonton dan pemain dapat berkomunikasi secara langsung. Maka secara unsur dramatik sajian Doger akan dibuat seperti pertunjukan ngamen di pekarangan sebuah rumah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain