Book
Sungai sebagai Transmisi Ritual Urban Kesuburan melalui Pertunjukan Wayang Topeng
Sungai pada saat ini sudah mulai tidak mendapatkan perhatian masyarakat terutama dalam masyarakat urban, kebersihannya sudah tidak ada yang bersedia menjaga. Sampah dan cairan deterjen menjadi bahan yang mengotori kebersihan. Akibatnya air menjadi tidak bersih, membawa bibit penyakit, dan mengakibatkan bencana banjir. Sungai bagi masyarakat desa di Malang pada waktu yang lampau memiliki arti penting, seperti tempat tertentu di antara bilik-bilik mandi yang disebut belik terdapat pundhen desa tempat roh nenek moyang bersemayam. Keyakinan masyarakat desa di Malang itu dikaji dengan teori strukturalisme-simbolis dengan menggunakan data wawancara dan observasi partisipotoris. Teknik analisis menggunakan interoreasi. Penemunya adalah relasi yang kuat antara sungai, gunung, da desa: (1) sungai adalah transmisi pemujaan kesuburan dari dewa gunung, (2) sungai menjadi manifestasi sih langgeng (cinta abadi), anugerah sing nguripi (yang menghidupi), (3) sungai diyakini sebagai wujud tirta pawitra sari; air kehidupan. Ritual urban pemujaan terhadap kesuburan adalah anugerah kehidupan yang diekspresikan melalui mdia seni pertunjukan Wayang Topeng.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain