Book
Empat Koreografer Minangkabau: Dibaca dalam Teks Matrilineal dan Patrilineal
Artikel ini membahas empat koreografer Minangkabau yaitu Gusmiati Suid, Huriah Adam, Syofyani Bustamam, dan Syahril dari perspektif matrilineal dan patrilineal. Teks matrilineal tidak hanya dipandang dari sisi genealogis, tetapi juga dari sudut pandang budaya. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa partisipasi perempuan di luar wilayah domestiknya terbias dalam seni tari. Perempuan tidak dinantikan hanya untuk menyemarakkan dengan tebaran pesona keindahan raawi. Ia mampu menjadi sumber ide dan tema, pelaku, pencipta, pengatur, dan penyelenggara, atau sarana mobilitas seni pertunjukan. Keempat koreografer lahir dan dibesarkan di Minangkabau akan teta[i berkiprah di tiga wilayah berbeda. Gusmiati Suid di Jakarta, Huriah Adam di Sumatera Barat, Sofyani di Padang, dan Syahril di Padangpanjang. Sebagai Koreografer yang lahir dan dibesarkan dalam kultur Minangkabau tentu keempat koreografer ini ikut merasakan betapa dilematis posisi perempuan dalam masyarakat Minangkabau.
Kata kunci: koreografer, Minangkabau, matrilineal, patrilineal
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain