Book
Topeng Benjang Gaya Abah Etnis di Sanggar Rengkak Katineung Ujung Berung Kota Bandung
Topeng Benjang diperkirakan lahir tahun 1940, penari pertama yang dikenal masyarakat adalah Sutaryo yaitu kakek Abah Entis sebagai penggagas awal tumbuhnya Topeng Benjang. Kehadiran Topeng Benjang ini memberikan pengayaan terhadap seni Benjang pada umumnya di lingkungan masyarakat Ujungberung yang pada awalnya hanya merupakan Benjang Gulat. Topeng Benjang Sutaryo inlah yang selanjutnya dikembangkan oleh Abah Entis hingga memunculkan sebuah bentuk sajian khas yang disebut gaya Abah Entis.
Berdasarkan fakta di lapangan, bahwa tidak banyak seniman yang menjadi penerus Topeng Benjang Abah Entis tersebut yang memiliki ke khasannya tersendiri. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Yuli dari sanggar Rengkak Katineung yang meneruskan gaya Abah Entis menjadi penting untuk diteliti, terutama sanggar tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah (DISPARBUD) sebagai pewaris Topeng Benjang gaya Abah Entis. Berkaitan dengan itulah, maka penulis sebagai mahasiswa tingkat akhir di lingkungan Prodi Seni Tari yang sedang menyusun skripsi, menempatkanjudul yaitu "Topeng Benjang Gaya Abah Enti di Sanggar Renkak Katineung Ujungberung Kota Bandung".
Judul skripsi tersebut diatas difokuskanpada pembahasan struktur pertunjukan Topeng BEnjang gaya Abah Entis di sanggar Rengkak Katineung Ujungberung Kota Bandung. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang diharapkan mampu menghaslkan sebuah informasi akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun hasil yang dicapai dari penelitian setingkat ini adalah tersajikannya sebuah deskripsi mengenai keberadaan Topeng Benjang gaya Abah Entis di sanggar Rengkak Katineung.
Kata Kunci: Benjang, Topeng Benjang, Gaya Abah Entis
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain