Book
Badaya Wirahmasari Rancaekek dalam Repetoar Tari Keurseus Sebagai Sumber Garap Tari Penyajian
Tari Keurseus merupakan tari yang erat kaitannya dengan tari Tayub, yaitu tari pergaulan di kalangan menak (bangsawan) Sunda. Tari Keurseus disusun oleh R. Sambas Wirakoesoemah, Lurah Rancaekek (Bandung) tahun1915-1920 dan 1926-1935. Oleh R. SAmbas Wirakoesoemah ibing patokan ditetapkan baik dalam gerakan maupun struktur tariannya, sehingga lebih mudah untuk disebarluaskan kepada masyarakat dan dari sinilah lahir istilah tari Keurseus.
Tari Badaya yang diciptakan oleh Rd. Sambas Wirakoesoemah pada tahun1925 dan lebih diknal dengan sebutan tari Badaya Rancaekek termasuk ke dalam rumun tari Keurseus yang berlatar belakang yaitu penggambaaran para penari di pendopo atau di tempat-tempat kaum bangsawan/menak. Tari Badaya Rancaekek ini diciptakan untuk memperkuat kedudukan/kekuatan para bangsawan Kabupaten dan menjadi lambang status dan lambang peradaban kaum menak. Sangat terasa dengan adanya upaya penghalusan kesenian agar termasuk kedalam budaya "halus" seperti budaya keraton. Tari Badaya Rancaekek ini menggambarkan tarian putri yang berkarakter halus sesuai dengan karakter dari kaum bangsawan/menak itu sendiri.
Untuk mewujudkan kualitas menari, seorang penari harus dapat memahami unsur-unsur estetika yang meliputi tenaga, ruang, dan waktu. Adapun metode yang dianggap tepat adalah metode gubahan tari. Tahapan proses dalam gubahan tari meliputi ekspolara improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Langkah-langkah tersebut menghasilkan sebuah penyajian tari Badaya Rancaekek ke dalam bentuk baru dengan tetap mempertimbangkan kualitas kepeneariannya.
Kata Kunci: Tari Keurseus, Badaya Rancaekek, Penari
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain