Book
Penciptaan Tari Pride
Gengsi yang dirasa oleh penata membuatnya terjerumus akan dunia yang penuh dengan kemewahan. Pada garapan ini penata mengambil latar belakang masyarakat perkotaan yang menjadi pengalaman pribadi penata yang pernah hidup di lingkungan pria-pria yang mempunyai penghasilan tinggi atau biasa disebut Metrosexsual. Keadaannya ini membuatnya merasa gengsi untuk dapat bisa hidup bersama di lingkungan tersebut. Dari sini penata memilih judul Pride yang dianggap bisa mewakili isi dari garapan yang berceritakan tentang rasa gengsi seseorang. Terjerumusnya ia kedalam dunia yang tidak bisa ia ikuti mengakibatkan penyesalan yang teramat dalam. Untuk mewujudkan tercapainya garapan ini mata penat menetapkan metode pendekatan garap non-tradisi, di mana penata akan mengolah teknik-teknik tari non-tradisi yang dieksplore kembalimenjadi sebuah koreografi yang mewujudkan apa yang dimaksud oleh penata. Karya ini menggunakan unsur dramatik di mana akan disajikan suasana-suasana perkantoran dan suasana-suasana hati penata yang pernah merasakan hidup di sekitar pria Metrosexsual. Adanya unsur dramatik ini dikarenakan penata ingin memunculkan permasalahan yang menjadi suatu pengalaman dan ingin menyampaikan pesan berdasarkan apa yang pernah dirasakan oleh penata.
Kata Kunci: Metrosexual, Pride, Dramatik
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain