Book
Karya Seni Penciptaan Tari Lawra
Garapan ini menceritakan tentang seorang pengalaman maestro Lengger Lanang, yang bernama Dariah, diamana dia mengabdikan dirinya untuk budaya dan seni. Dariah mengadikan diri untuk menjadi Lengger walau harus mengubah kodratnya dari seorang laki-laki menjadi seorang wanita seutuhnya sampai mati. Dariah pasrah dan menerima segala konskuensinya tanpa menghiraukan omongan ro dan kontra orang luaran, yang terpenting adalah budayanya tetap hidup dan lestari. Penata tertarik dengan kisah hidup Dariah dan menjadikannya sebagai ide garap. Karya tari Lawra ini sendiri berasal dari celotehan penari lengger saat pentas. Lawra merupakan kepanjangan dari "lanang ora, wadon ora" yang artinya laki-laki bukan, wanita bukan. Pada karya tari ini penata mengambil unsur dramatik, dimana penata memilih sumber gerak dari tari Lengger Banyumasan yang dikembangkan di distorsi dan distilasi sebagai identitas utama. Pelaku dalam tarian ini terdiri dari 2 orang perempuan dan 5 orang laki-laki. Garapan ini menceritakan tentang bagaimana Dariah berubah menjadi seorang penari lengger setlah mendapatkan indang (wangsit), dimana semua perubahan secara total terjadi. Dariah merupakan sosok riang dan penyabar walau banyak cobaan pro dan kontra tetapi iya tersenyum walau bainnya menangis. Tapi pada akhirnya ia bisa membuktikan bahwa dengan menjadi lengger Dariah bisa melestarikan seni dan budaya, khususnya Lengger Lanang Banyumas.
Kata Kunci: Lengger, Lanang, Banyumas
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain