Skripsi
Simbol Kepemimpinan Malim Dalam Seni Reak Kuda Lumping Grup Putra Pewaris
Seni reak kuda lumping, dipandang sebagai sebuah realitas seni budaya yang kental dengan hal-hal bersifat supernatural. Pertunjukannya berbentuk helaran yang menampilkan tarian berupa atraksi dari penari kuda lumping, dan penari bangbarongan, dengan diiringi musik tetabuhan berupa satu set dog-dog dan alat pengiring musik lainnya. Kehadiran seorang malim dalam pertunjukan, dianggap memiliki peran sentral atau biasa disebut pemimpin. Malim berperan sebagai sosok pengendali jalannya pertunjukan, terutama dalam hal mengundang roh makhluk gaib untuk menyatu dengan roh para penari, sehingga terjadinya peristiwa trance. Malim sebagai pemimpin, merupakan simbol penting yang tidak dapat dipisahkan dari pertunjukan. Tanpa adanya seorang malim, pertunjukan tidak akan berjalan sesusai dengan yang diharapkan.
Tulisan ini, merupakan bentuk deskripsi analisis hasil dari penelitian lapangan, dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun landasan teori yang dipakai, yaitu interpretivisme simbolik Clifford Geertz, yang disajikan ke dalam bentuk thick description (lukisan mendalam). Lukisan mendalam yang diperoleh dari hasil temuan penelitian, secara garis besar mengungkap seni reak kuda lumping kaitannya dengan simbol kepemimpinan malim secara mendetail. Dari hasil penelitian ini, mengungkap sebuah fakta dan realitas tentang fungsi utama dari kepemimpinan malim sebagai sentral pengendali dari seluruh rangkaian pertunjukan (struktur pertunjukan).
Tidak tersedia versi lain