Seni Dalam Bingkai Budaya Mitis -Nilai Life Force dan Transformasinya ke Budaya Ontologis

Artikel oleh Suharno, ISBI Bandung

Kata kunci: transformasi, nilai life force, estetika budaya mitis dan ontologis

Sumber pengambilan dokumen: RJ 2015 PAN III

Relasi:

Dibuat: 22 Februari 2019

Abstraksi

Tulisan ini bertujuan merumuskan teori tranformasi nilai-nilai life force dalam seni dari ranah budaya mitis ke budaya ontologis. Kehadiran teori ini cukup penting karena dapat menjadi salah satu sarana mengkaji seni masa lampau kaitannya dengan seni masa kini, serta pijakan ilmiah penciptaan karya seni masa kini yang berbasis nilai-nilai budaya masa lampau. Objel material yang dikaji ada;ah tokoh petruk dalam wayang kulit purwa. Metode telaah yang digunakan untuk kepentingan tersebut adalah conceptual apptoach. Hasil kajian menunjukan, bahwa transformasi nilai-nilai life force dalam seni dari ranah budaya mitis ke budaya ontologis dapat dilakukan jika kreator mampu menemukan, menginterpretasikan, dan mengejawantahkan nilai-nilai tersebut ke dalam karya seni masa kini dengan memperhatikan tiga dasar penciptaan seni, yakni -isi, bentuk, dan penyajian karya yang kontekstual.


This writting is aimed to formulate transformation theory of life force values in art of mystical culture area to ontology culture. The occurrence of this theory is very significant as it can be a tool to study the art in the past in the relation to the present, also stepping stone of scientific creation of present art that based on cultural values of the past. The material object being studied is the character of petruk in purwa skin puppet -wayang-. The method uses for that purpose is a conceptual approach. The result of the study shows that the transformation of life force values in the art of mystical culture area to ontology culture can be conducted if the creator is able to find, interpret, and apply those values into a contemporary work of art by regarding three basis of art creation- content, shape, and cantextual art performance.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

Kontributor

#