Arena Seni Pita Maha-RUANG Sosial dan Estetika Seni Lukis Bali 1930"an

Artikel oleh I Wayan "Kun" Adyana,

Kata kunci: Arena Seni, Estetika Pita Maha

Sumber pengambilan dokumen: RJ 2015 PAN III

Relasi:

Dibuat: 22 Februari 2019

Abstraksi

Sejak akhir 1920-an di ubud dan sekitarnya berlangsung praktik seni lukis dalam ruang interaksi dan dialog yang sangat intensif antara pelukis remaja,pelukis senior,patronase putri ubud dan pelukis barat. praktik seni ini kemudian berkembang pesat menjadi arena seni bernama pita maha.pita maha diumumkan berdiri resmi 29 januari 1936, mengakomodasi berbagai komponen art world di Bali, di antaranya galeri,kritikus, dan kurator adapun tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi arena seni dan estetika pita.kajian dilakukan dengan pendekatan sosiologi bourdie tentang field -arena-, dan heurmenetika mendalam -depth-heurmeneuticcs- thompson.kajian ini menemukan berbagai capaian arena seni pita maha.estetika pita maha adalah -spiritualisme- yang kemudian dilanggengkan sebagai ideologi estetika.estetika yang secara tegas mengeksplorasi tema dan panjangan subjektif tentang hubungan tuhan dan manusia dalam artistik dan stilistik seni lukis bali yang baru.


Since the end 1920"s in ubud and its surrourunding area took place painting pratices in a interaction extent and intersive dialogues between young painters, senior painters,puri ubud patronages and westerner painters.this art pratice then raplidly developed into an art arena named patronages and westerner painters.this art practice then raplidy developed into an art arena named pita maha. pita maha was announced officially on 29th january 1963,accomodating various comonents art world in bali,among others was gallery,critics and curators.the aim of this study is to identify the art arena and esthetics of pita.this study conducted using bourdiu sociology approach about field -aren- and thompson in depth-heurmeneutics.this study vindsfarious achivement of pita maha art arena.pita maha esthetics is -spiritualism- that then esthablished as esthetics ideology.esthetic that firmly exploits theme and subjective view about relationship between god and human in artistic and stylistic of new bali painting art.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

Kontributor

#