Representasi Foto Keluarga -Ekspresi Seni Kontemporer Pada Abad ke-21

Artikel oleh Mira Sutrisna, Setiawan Sabana , ISBI Bandung

Kata kunci: foto keluarga, fotografi, seni kontemporer, modernisme, postmodernisme

Sumber pengambilan dokumen: RJ 2015 PAN III

Relasi:

Dibuat: 22 Februari 2019

Abstraksi

Kata yang paling banyak mengalami redefinisi sekarang ini adalah seni dan budaya. Seni dan budaya saling berkaitan, jika seni mengalami perubahan persepsi dan interpretasi demikian pula sebaliknya. Salah satu penemuan yang menakjubkan di dunia ini adalah ditemukannya fotografi. Dalam ranah seni, fotografi mengalami perdebatan panjang untuk dikategorikan sebgai suatu medium seni rupa. Pada era modernisme, fotografi berfungsi sebagai -pelayan- seniman, sedangkan era postmodernisme seniman sebagai fotografer, dan para era seni kontemporer saat ini, fotografer adalah seniman. Foto keluarga merupakan artefak dan dokumentasi dari perjalanan sejarah kehidupan sebuah keluarga dengan segala dinamiknya. Berdasarkan kajian literatur dan kategori seni kontemporer Charlotte Cotton maka foto keluarga termasuk di dalam delapan kategori tersebut, khususnya pada kategori kelima, -intimate life-. Pada abad ke-21 ini, kemajuan teknologi digital mempengaruhi kemajuan kamera dan teknologi percetakan sehingga menghasilkan suatu budaya digital, yang menghasilkan pergeseran paradigma fotografi dari sakral kearah provan sekaligus banal.


The word most exprienced today is the redefinition of art and culture. Arts and cultural interconnecteness, if artistic experiance changes the perception and interpretation and vice versa. One of the amazing discoveries in the world is the invention of photography. In the realm of art, photography experienced a long debate to be categorized as a medium of fine arts. In the area of modernism, photographt serves as a -servant- artist, whereas in the area of postmodernism artist as a photographer, and the current area of Contemporary Art, the photographer is an artist. Family photo are artifacts and documentation of the history of the life of a familiy with all its dynamics. Based on a literature review and contemporary art category Charlotte Cotton, the family photos included in the eight categories, particulary in the fifth category, -intimate life-. In the 21st century, advances in digital technology affect the progress of the camera and printing technology to produce a digital culture, which resulted ina paradigm shift toward the photography from sacred become provan at once banal.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

Kontributor

#