The Significance Of Narative to interpret Sherlock Holmes characterin museum

Artikel oleh Hanny Wijaya, ISBI Bandung

Kata kunci: narasi, interpretasi,sherlock holmes,museum pameran

Sumber pengambilan dokumen: RJ 2015 PAN III

Relasi:

Dibuat: 22 Februari 2019

Abstraksi

Penelitian ini berfokus pada pembahasan karakter -Sherlock holmes- yang menjadikan ikon detektif yang terkenal didunia ,dimana karakter tersebut kemudian menjadi tema utam yang diinterpretasikan oleh museum.metode yang digunakan oleh museum untuk -bercerita- tentang karakter tersebut sangat signifikan untuk menentukan tujuan dan latar belakang dari museum terkait sebagai penyelenggaraan pameran.narasi memegang peranan yang sangat penting untuk- memendu- pemahaman audiens terhadap sebuah karakter,atau malah terkadang dapat -membingungkan- audiens pada saat membedakan ataukah tokoh tersebut fiksi atau non -fiksi. dengan membandingkan naras ipada display permanen pada Sherlock Holmes museum dan display pameran sementara di museum of london dengan tema Sherlock Holmes,maka dapat dilihat signifikansi dari relasi antara narasi dan interpretasi sebuah karakterjuga menentukan pesan dari museum tersebut.


This research focuses on the study of Sherlock Holmes character that has been a fomous detective icon in the word, where this character then become the main theme interpreted by the museum. The method employed by the museum to -narrate- that particular character is very significant to determine the objectve and background for the museum as the exhibition organizer. Narration hold a crucial role to -guide- the understanding of the audiances to a character, or sometimes can make -confusion- to the audiance when differentiate whether the character is fiction or non-fiction. By comparing the narration on the permanent displays of museum of Sherlock Holmes to temporary exihibition display in museum of london with Sherlock Holmes theme, it can be seen the significance ofthe relation between narration and interpretation of a character that also determine the massage of that museum.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

Kontributor

#