Penataan Artistik Pada Festival -Gunung Kromong Palimanan

Artikel oleh Yayat Hadiyat, ISBI Bandung

Kata kunci: festifal,lighting,back droop,back ground,gunung kromong,performing art

Sumber pengambilan dokumen: RJ 2015 PAN III

Relasi:

Dibuat: 22 Februari 2019

Abstraksi

Festival -gunung Kromong Palimanan- merupakan festival seni budaya sebagai wujud aksi sosial budaya dan pelsstarian seni rakyat yang bermuara pada kepedulian lingkungan.metode yang digunakan adalah metode riset pengabdian masyarakat dengan aksi revitalisasi aset budaya,mengkordinasi generasi muda,mengadakan festival seni budaya budaya.melalui metode tersebut,festival seni budaya dapat terwujud dalam mengatasi perubahan sosial budaya masyarakat dengan berpegang pada nilai-nilai budaya yang berlaku dalam lingkungan setempat.konsep artistik pada lingkungan gunung kromong menggunakan konsep pertunjukan yang disajikan dengan menggunakan tata panggung realis dan tata pentas porsenium.kegiatan seni pertunjukan adalah konsep pertunjukan seni tradisional kegiatan yang multi disiplin ilmu,mulai dari penata gerak -koreografer-, tata make up,tata suara -seni musik-, seni dekorasi tata panggung -lighting, back droop atau background-.hasil dari riset pengabdian kepada masyarakat ini berupa festival seni budaya yang terdiri dari ayak-ayakan -pawai budaya- dan sajikan seni pertunjukan yang dikemas dalam -Gunung Kromomg Performing Arts-.


Palimanan Mount Kromong festival is a cultural art festival as a form of social cultural action and preservation of a folk art, which is started from environmental awareness. The method used is social service method research by creating revitalization action of cultural assets, cooedinate young generation, and organizing cultural art festval. Through that method, cultural art festival can be created to overcome social cultural changes of the society by holding on to cultural values occur in the local society environment. The artistic concept of Kromong Mount Festival employs performance concept that is served using realistic stage arrangement and proscenium stage arrangement. Performance art activity is a concept of traditional art performance tahat multi science discipline - such as choreography, make up, audio setting, decoration setting -lightning, backdrop or background-. The result of this social service research is in the form of cultural art festival that consists of parade -cultural parade- and art performances that is pressented in -gunung kromong performing arts-.

Hak Cipta

Copyright 2019 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Unduh / baca

Kontributor

#