REPRESENTASI RAJA DANGDUT DALAM FILM “SATRIA BERGITAR” RHOMA IRAMA

Artikel oleh IKA SARTIKA, ISBI Bandung

Kata kunci: pengkajian, circuit of culture, mise-en-scene, naratologi, representasi.

Sumber pengambilan dokumen: PASCA 2019 IKA r

Relasi:

Dibuat: 30 Januari 2020

Abstraksi


Film dalam bahasa inggris disebut motion picture yaitu serangkaian
gambar-gambar yang diproyeksikan pada sebuah layar agar tercipta suatu ilusi
gerak yang hidup. Film hasil karya sutradara Nurhadi Irawan dan diproduksi oleh
perusahaan PT Rhoma Film Production. Penelitian ini untuk memahami bagaimana
representasi Raja Dangdut dalam film “Satria Bergitar”, Rhoma Irama.
Film-film Rhoma Irama seakan menjadi ruang temu maya antara
penggemar yang ingin melihat sosok sang idola dengan Rhoma Irama yang
berjuang dakwah melalui teknologi media populer.
Naratologi, naratif sinematik serta mise-en-scene sebagai analisis utama
dalam kajian ini untuk mengkaji data-data penelitian yang didapatkan melalui
observasi, studi pustaka, dan wawancara.
Teori dari Struat Hall dan Paul Du Gay ini berisi tentang lima unsur yang
paling berkaitan dalam bentuk identity, representation, production, regulation and
consumption. Tinjauan sosiologis memperkenalkan tiga pendekatan utama untuk
menjelaskan representasi bekerja pada kebudayaan. pertama the reflective, kedua,
the intentional, dan ketiga constuctionist.


Film or in English called motion picture, is a series of pictures projected on
a screen that create an illusion of live motion. The film is a masterpiece of Nurhadi
Irawan as the director and produced by PT Rhoma Film Production. The objective
of this study is to comprehend the representation of the “King of Dangdut” Rhoma
Irama in “Satria Bergitar”
Rhoma Irama"s films become meeting point of the fans who want to see the
figure of “Rhoma Irama” as their idol doing his religious proselytizing through
popular technology media.
Narratology, cinematic narrative and mise-en-scene as the main analysis of
this study are used to analyze the obtained data through the observation, literature,
and interviews.
The theory of Struat Hall and Paul Du Gay contained of related five
elements in term of identity, representation, production, regulation and
consumption. Sociological contemplation presents three main approaches to
illustrate how the representation work toward the culture. first the reflective,
second, the intentional, and third the constuctionist.

Hak Cipta

Copyright 2020 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

Web Administration Officer #