RELIGIUSITAS MASYARAKAT CINUNUK GARUT DALAM STRUKTUR RITUAL MULUD

Artikel oleh RUDI SIROJUDIN ABAS, ISBI Bandung

Kata kunci: pengkajian, ritual mulud, terebangan, ngebakeun pusaka, strukturalisme.

Sumber pengambilan dokumen: PASCA 2019 RUD r

Relasi:

Dibuat: 30 Januari 2020

Abstraksi

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses ritual yang terdapat dalam Upacara Ritual Mulud di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Unsur-unsur ritualnya meliputi ziarah kubur, pertunjukan terebangan, dan upacara ngebakeun pusaka. Proses ritualnya kemudian dihubungkan pada pemahaman keberagamaan (religiusitas) masyarakat, sehingga dapat diketahui bagaimana cara pandang masyarakat terhadap fenomena tersebut. Teori yang dipakai adalah strukturalisme Levi-strauss. Strukturalisme digunakan untuk mencari struktur dalam/inti (deep structure) proses Ritual Mulud dan struktur luar (surface structure)nya melalui analisis oposisi biner, transformasi, serta paradigmatik. Metode kualitatif yang meliputi wawancara, studi lapangan, studi pustaka, serta studi dokumentasi digunakan untuk mengamati serta mencatat aktivitas masyarakat di lokasi penelitian. Keterlibatan peneliti sebagai partisipant observier dalam berbagai kegiatan upacara Ritual Mulud dilakukan demi mendapatkan data yang maksimal. Ritual Mulud merupakan fenomena budaya sisa-sisa hasil pola pikir masyarakat primordial yang selaras dengan nilai-nilai konteks Religiusitas Keislaman. Ritual Mulud telah menjadi bagian siklus hidup masyarakat Cinunuk yang merupakan sebuah praktik akulturasi kebudayaan. Sebagai peristiwa budaya, Ritual Mulud telah menunjukkan pola pikir masyarakat dalam menjunjung tinggi jejak leluhurnya dengan identitas keagamaannya, sehingga kegiatan ini tetap dilaksanakan hingga saat ini.


This research aims to explain the ritual process of Mulud at Cinunuk, Wanaraja, Garut. The ritual elements consist of grave pilgrimage, terebangan performance, and ngebakeun pusaka. Since the ritual process is related to the religious belief of the community, it allows the researcher to explore the perspective of the community towards and phenomenon itself. This study used Levi-strauss structuralism to find out the deep and surface structure of Mulud through the analysis of binary opposition, transformation, as well as the paradigmatic. This qualitative study utilized interviews, observation, library and documents study to observe and record the activities of the community. The researcher involvement as the participant-observer in various activities was intended to obtain the expected data. Mulud as cultural phenomenon of primordial paradigm that is in line with the context values of Islamic belief. Mulud is as cultural acculturation has been part of Cinunuk community’s life cycle. As a cultural phenomenon, it has revealed the community’s paradigm in honoring their ancestor’s heritage with their religious identity so that this ritual is carried out until today.

Hak Cipta

Copyright 2020 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

Web Administration Officer #