HIPERREALITAS MUSIK POPULER DALAM TV COMMERCIAL (TVC) ″TEH KOTAK RASA″

Artikel oleh Winda Ayu Ghaniyah , ISBI Bandung

Kata kunci: pengkajian, musik populer, masyarakat konsumtif, simulakra, hipperrealitas

Sumber pengambilan dokumen: PASCA 2019 WIN h

Relasi:

Dibuat: 30 Januari 2020

Abstraksi


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji fenomena Musik Populer
dalam TV Commercial (TVC) Teh Kotak Rasa, iklan ini begitu dikenal oleh
masyarakat, khususnya masyarakat konsumtif yang identik dengan kaum mudamudi.

Musik populer yang dijadikan jingle TVC Teh Kotak Rasa menjadi tren
yang dapat memberikan suatu daya tarik, daya jual beli, dan kepuasan pada
masyarakat penikmatnya bahkan produsen.
Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data.
Pendekatan yang dilakukan dengan memilah data dari berbagai cara seperti
melakukan wawancara, studi pustaka dan studi lapangan. Baudrilard melihat pada
tingkat referensi objek yang direproduksi, iklan itu sendiri sudah tidak real lagi.
Oleh karenanya, tak akan mungkin lagi yang nyata atau realitas memiliki
kesempatan untuk memproduksi dirinya kembali karena apapun yang ia produksi
hasilnya akan menjadi simulacra. Sejak saat munculnya simulacra itulah,
hyperreality lantas melingkupi kenyataan dengan bentuk imajineri hingga tidak
ada lagi pembeda antara yang nyata atau realitas dengan yang imajineri.
Dijaman yang begitu pesat akan perkembangan teknologi, secara nyata
kegiatan konsumsi pada masyarakat modern dapat dilihat dan dibuktikan melalui
bagaimana rasionalitas konsumsi telah beroperasi pada masyarakat budaya
konsumtif. Pengaruh jingle yang terdapat pada iklan sangat besar untuk
mempengaruhi penonton, tidak heran jika jingle tersebut menjadi tanda untuk
sebuah produk yang di iklankannya. Iklan bagian dari hiperrealitas, karena iklan
itu sendiri sebuah dekonstruksi dari realitas riil sebelumnya, karena realitas ini
akan sangat benar-benar berbeda dari sebelumnya. Dengan kata lain musik
populer, menjadi sarana untuk menunjukkan identitas diri, gaya hidup dan
komoditas. Pada fakta yang didapat dilapangan, musik populer menjadi sarana
perputaran ekonomi masyarakat di dalam ruang lingkup masyarakat konsumsi.



The purpose of this research is to explore of the phenomenon of Popular
Music in TV Commercial (TVC) Teh Kotak Rasa, which is so well known by the
public, especially for the consumption community that is identical with another
people. So it can be said that popular music has become a trend that can provide
an appeal, buying and selling power, and satisfaction to the audience and even
producers.
The research method use a qualitative method through socio-cultural
approach. In the explanation, this method is carried out through research objects,
types and sources of data, as well as data collection methods and techniques. That
approach is preferred as a tool to analyze each of the values, behaviors, and
attitudes of the people. The method is carried out to obtain data that is relevant
and can be justified, and through that approach is done at the stage of analyzing
and sorting out any data obtained so that it can be matched with facts that occur in
the field. Baudrilard saw that at the reference level of the reproduced object, the
advertisement itself was no longer real. Therefore, it will no longer be possible for
the real or reality to have the opportunity to reproduce itself because whatever he
produces will become a simulacra. Since the time of the emergence of the
simulacra, hyperreality then covered reality with imaginary forms until there was
no longer a distinction between the real or reality and the imaginary.
In this era of rapid technological development, the real consumption
activities in modern society can be seen and proven through how consumption
rationality has operated in a consumptive cultural society. The influence of the
jingle contained in the ad is very large to influence the audience, do not be
surprised if the jingle is a sign for a product being advertised. Advertising is part
of hyperreality, because advertising itself is a deconstruction from the previous
real reality, because this reality will be completely different from before. In other
words, popular music becomes a means to show self-identity, lifestyle and
important commodities in the economic cycle of society within the scope of
consumption society.

Hak Cipta

Copyright 2020 Perpustakaan ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

Web Administration Officer #