NILAI DAN KONSEP “KAULINAN BARUDAK” SEBAGAI INSPIRASI MODEL PEMBELAJARAN TARI ANAK-ANAK BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER

PENELITIAN HIBAH BERSAING

Artikel oleh Eti Mulyati, S.Sen.,M.Si , Asep Jatnika, S.Sen.,M.Si , Husen Hendriyana,S.Sn.,M.Ds , ISBI Bandung

Kata kunci: Nilai, konsep, kulinan barudak, tari anak-anak, dan pendidikan karakter

Sumber pengambilan dokumen: LP 2013

Relasi:

Dibuat: 23 Maret 2021

Abstraksi

Seiring dengan perkemangan dunia pendidikan yang berorientasi pada prinsip-prinsip interdisipliner dan mengarah pada globalisasi pendidikan yang semakin kompleks, maka perlu adanya unur-unsur keterkaitan di antara sub keilmuan yang relevan. Khususnya dalam pendidikan seni yang bermakna bagi pendidikan anak sekolah dasar, maupun untuk pengembangan kreativitas individu kreator tari dalam mengembangkan potensi lokal genius Kaulinan Barudak sebagai media dan objek inspirasi, ide gagasan proses kreatifnya.
Penelitian tentang Nilai dan Konsep Kaulinan Barudak sebagai inspirasi Model Pembelajaran Tari anak-anak berbasis penidikan karakter bertujuan untuk merancang koreografi tari anak-anak Sekolah Dasar yang menuntut kreativitas interpretasi dan transformasi seorang seniman. Proses penciptaan tari anak-anak yang diangkat dari inspirasi budaya bermain anak-anak (kaulinan barudak) masyarakat Sumedang, menggunakan metode Prefactum yang berorientasi pada strategi dan teknik eksperimentasi seni yang di dalamnya mencakup eksplorasi, improvisasi, iluminasi, presentasi, dan evaluasi. Koreografi tari anak-anak dalam penggarapannya mencakup motif gerak, sikap, dan ragam gerak dengan berbagai kemungkinan garap, arah hadap, arah gerak, level, putaran, volume, dinamika, pengelompokan, dengan memperhatikan unsur komposisi yang terdiri dari berbagai desain tari yaitu; balanced, proporsi, formasi, level, rampak, contras, canon, dan lain sebagainya. Dalam penciptaannya, interpretasi memuat unsur-unsur relasi sehingga terbangunnya suatu makna dan arti dari bentuk tari itu sendiri, sedangkan transformasi menuntut kecerdasan analisis melalui strukstur yang dibangun sehingga relevan dan konstruktif. Kedua aspek ini, masih pada ranah ide-gagasan yang perlu diwujudkan dalam bentuk representasi gerak, dan komposisi sebuah tarian. Komposisi gerak tari dapat diaplikasikan secara perseorangan ataupun perkelompok.
Berfokus pada penari sebagai medium bentuk gerak tari, baik perseorangan maupun perkelompok dalam satu kesatuan komposisi gerak tarian yang bersumber dari kaulinan barudak, dapat dikaji melalui reka bentuk, komposisi dan fungsi bentuk gerak sehingga tergambarnya identitas kultural dan karakter bangsa dari bentuk tarian itu sendiri.
Hasil akhir dari penelitian ini adalah terbentuknya sebuah model Pembelajaran Tari anak-anak yang mengangkat kaulinan barudak sebagai inspirasi ide gagasan untuk anak-anak Sekolah Dasar, dengan demikian proses kreativitas yang penulis lakukan dapat memberdayakan potensi kesenian daerah yang berorientasi pada industri kretif maupun pengembangan bentuk tarian serta pewarisan nilai-nilai edukasi, etika, moralitas yang diangkat dari sumber nilai-nilai sosial-budaya daerah Sumedang.


Hak Cipta

Copyright 2021 ISBI Bandung. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

Administrator #