Homocreator (Sejumlah Pemikiran Tentang Penulisan Lakon Drama)

Artikel oleh Arthur Supardan Nalan, S.Sen, M.Hum, STSI Bandung

Kata kunci: lakon drama

Sumber pengambilan dokumen:

Relasi:

Dibuat: 02 Juni 2010

Abstraksi

Homocreator <br />
(Sejumlah Pemikiran Tentang Penulisan Lakon Drama)<br />
<br />
Teater sebagai bentuk pernyataan sesaat (ephemeral) berada pada intensitas yang dikomunikasikan, via proses internalisasi (penghayatan) yang turut menciptakaninterrelasi (berhubungan timbal balik). Dalam konteks ini teater dapat dipahami sebagai bentuk nyata dari seni situasi kemanusiaan (human situation) dan hubungan kemanusiaan (human relationship). Seluruh realitas adalah realitas situasi kemanusiaan yang kita temukan dalam kehidupan dapat menjadi realitas drama. Dimana salah satu prosesnya dapat dimulai melalui penulisan lakon.<br />
Penulisan lakon adalah homocreator yang memiliki pengalaman etik, estetik, dan puitik. Pengalaman memiliki kedudukan yang paling penting bagi seorang pengarang. Pengalaman sesungguhnya dapat "dipastikan" telah dimiliki pengarang karena ia juga sebagai makhluk sosial yang terus menerus berhubungan di dalam domain hubungan manusia. Domain suatu saat dapat direfleksikan via sebuah naskah lakon, dan sebagainya. (1995)<br />


n/a

Hak Cipta

Copyright (c) 2001 by Perpustakaan STSI. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kontributor

herry_erawan@stsi-bdg.ac.id